Jaga Kandang Banteng, Pinka Dinilai Punya Magnet Politik Kuat

Puji Utami
3 Min Read
Diah Pikatan Orissa Putri Hapsari atau lebih dikenal sebagai Pinka Hapsari

AKARMERDEKA, SEMARANG – Pengurus DPD PDI Perjuangan Jateng sudah terpilih. Wajah senior dan juga darah muda bersatu untuk memperkuat PDI Perjuangan di Jawa Tengah.

Pada Rakerda yang di gelar di Semarang Sabtu-Minggu (27-28/12/2025) Dolfie OFP terpilih sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Posisi Sekretaris tetap dipegang Sumanto, kader senior yang sudah malang melintang sejak era PDI tahun 1996. Sementara kursi Bendahara dipercayakan ke Kaisar Kiasa Kasih Said Putra, wajah baru parlemen yang juga aktivis Banteng Muda Indonesia (BMI).

Kemudian yang cukup menarik perhatian adalah munculnya Diah Pikatan Orrisa Haprani yang tidak lain adalah cucu Megawati Soekarnoputeri. Putri Puan Maharani yang akrab disapa Pinka itu ditunjuk sang Nenek menjadi wakil ketua bidang politik.

Munculknya nama Pinka dinilai menjadi energi baru bagi PDI Perjuangan terutama di Jateng setelah hasil Pilkada dan Pilpres yang cukup memilukan di daerah yang dijuluki kandang banteng ini.

Pengamat politik Adi Prayitno menyampaikan PDI Perjuangan sebenarnya masih punya modal kuat untuk comeback, apalagi Jawa Tengah tetap dikenal sebagai kandang banteng. Meski sempat tersandung di kontestasi eksekutif, dominasi PDIP di Pileg 2024 jadi bukti mesin partai belum benar-benar kehilangan tenaga.

“Semua balik lagi ke kerja keras politik menuju 2029,” kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) itu, Sabtu (28/12/2025).

Adi menilai kepengurusan baru PDI PerjuanganJateng kali ini punya paket komplit. Di satu sisi ada figur senior seperti Dolfie yang sarat pengalaman dan paham betul ritme internal partai. Di sisi lain, ada darah muda seperti Pinka dan Kaisar yang tentu memperkuat struktur partai.

Sosok Pinka, yang sebelumnya digadang sebagai calon kuat Ketua DPD PDIP Jateng namun akhirnya tak terpilih, menurut Adi tetap memiliki daya tarik yang kuat.

Bukan tanpa alasan. Pinka, yang merupakan putri Puan Maharani sekaligus cucu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dinilai punya magnet politik alami yang nggak bisa dianggap remeh.

“Di posisi mana pun, Pinka punya daya tarik politik kuat. Ia dianggap mewakili trah Soekarno, dan itu masih sangat berpengaruh di basis pemilih PDIP,” ujar Adi.

Efek nama besar Soekarno, kata Adi, masih relevan sampai hari ini. Bukan cuma soal garis keturunan, tapi juga soal simbol, sejarah, dan kedekatan emosional dengan konstituen PDIP.

Menurut Adi, komposisi PDIP Jateng sekarang menunjukkan keseimbangan yang pas. Kader senior tetap pegang kemudi, sementara kader muda diberi ruang buat tumbuh dan unjuk gigi.

“Senior jalan, anak muda ngegas. Kombinasi ini bikin PDIP Jateng punya peluang besar buat bangkit lagi,” katanya.

Adi menyimpulkan, kepengurusan baru PDIP Jawa Tengah terlihat menjanjikan dan penuh harapan.

Namun, satu hal tetap jadi kunci: semua akan ditentukan oleh waktu, soliditas internal, dan konsistensi kerja politik di lapangan.

TAGGED:
Share This Article