AKARMEDIA, CARACAS – Ketegangan Amerika Serikat dan Venezuela akhirnya meledak jadi aksi nyata. Sabtu dini hari waktu setempat, Caracas diguncang serangkaian ledakan yang bikin suasana kota langsung berubah tegang dan penuh kepanikan.
Sekitar pukul 02.00, suara dentuman terdengar dari berbagai penjuru ibu kota. Di saat bersamaan, pesawat terbang rendah melintas di atas kota, memicu ketakutan warga yang masih terlelap.
Asap tebal terlihat membumbung dari sejumlah lokasi strategis, termasuk area pangkalan militer. Warga berhamburan ke jalan, sebagian merekam situasi mencekam itu dan mengunggahnya ke media sosial.
Pemerintah Venezuela menyebut serangan tak hanya terjadi di Caracas. Wilayah Miranda, Aragua, hingga La Guaira juga ikut terdampak. Operasi militer itu disebut berlangsung sekitar 30 menit, namun efeknya terasa jauh lebih lama.
Amerika Serikat langsung memberlakukan larangan terbang di atas wilayah udara Venezuela. Otoritas penerbangan AS menilai situasi sangat berisiko akibat aktivitas militer yang masih berlangsung.
Di tengah kekacauan, Presiden AS Donald Trump membuat klaim mengejutkan. Lewat unggahan di Truth Social, ia menyatakan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap.
Trump menyebut Maduro dibawa keluar negeri setelah Amerika melancarkan operasi besar-besaran. Ia mengklaim operasi itu melibatkan kerja sama militer dan penegak hukum AS.
Seorang pejabat AS mengatakan penangkapan Maduro dilakukan oleh pasukan khusus elit. Namun dari pihak oposisi Venezuela, muncul informasi bahwa proses tersebut kemungkinan hasil negosiasi, bukan semata aksi penyergapan.
Hingga kini, Pemerintah Venezuela belum memberikan penjelasan resmi soal keberadaan dan kondisi terbaru Maduro. Ketidakpastian ini membuat situasi politik makin panas.
Sebagai respons cepat, pemerintah menetapkan status darurat nasional. Langkah ini diklaim untuk melindungi warga, menjaga jalannya lembaga negara, sekaligus menghadapi situasi genting.
Venezuela menuding Amerika punya agenda merebut sumber daya strategis seperti minyak dan mineral. Mereka juga menilai serangan ini sebagai upaya menghancurkan kedaulatan politik negara.
Dalam pernyataan resminya, pemerintah mengecam keras agresi militer Amerika dan memperingatkan dampaknya bisa meluas ke kawasan Amerika Latin dan Karibia.
Tekanan dari Washington sebenarnya sudah terasa sejak berbulan-bulan terakhir. Trump berulang kali menuding pemerintahan Maduro gagal memberantas narkotika dan bahkan mengaitkannya dengan terorisme narkoba.
Sebelum serangan darat ini, CIA diduga terlibat dalam serangan drone yang menargetkan area dermaga Venezuela, yang diyakini menjadi jalur aktivitas kartel narkoba.
Serangan Sabtu pagi ini jadi babak paling ekstrem sejauh ini. Ini merupakan operasi darat langsung pertama Amerika di Venezuela sejak rangkaian serangan udara dimulai pada September 2025, sekaligus sinyal konflik yang makin terbuka.

