AKARMERDEKA, JAKARTA- Partai NasDem akhirnya angkat bicara menyusul hengkangnya sejumlah kader senior yang belakangan memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menegaskan bahwa partainya menghormati keputusan politik yang diambil setiap kader.
Menurut Saan, kepindahan kader merupakan hak personal yang tidak bisa diintervensi oleh partai. Ia menekankan bahwa NasDem tidak pernah membatasi pilihan politik individu anggotanya.
“Ya itu kan hak dan pilihan masing-masing, dan tentu kita menghormati pilihan politik masing-masing,” ujar Saan di kompleks parlemen, Selasa (26/1/2026). Saan membantah anggapan bahwa keluarnya sejumlah tokoh disebabkan karena mereka tidak lagi mendapatkan ruang di internal partai.
Ia mencontohkan Ahmad Ali yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum NasDem sekaligus Ketua Fraksi NasDem di DPR RI. Menurutnya, NasDem tidak memiliki persoalan dengan kader yang memutuskan untuk hengkang. Namun, ketika seorang kader memilih jalur politik lain, partai tetap menghargai keputusan tersebut.
“Semua enggak ada masalah. Partai tidak punya masalah dengan yang bersangkutan. Tapi kalau menentukan pilihan politik lain, kita hormati dan kita hargai,” katanya.
Pertimbangan Politik
Saan juga menegaskan bahwa selama ini NasDem berupaya menciptakan suasana yang nyaman bagi seluruh kadernya. Meski demikian, partai tidak bisa memaksakan kehendak jika ada kader yang memiliki pertimbangan politik berbeda.
“Kalau memang mereka punya pilihan lain dengan berbagai alasan, tentu kita juga tidak bisa menahan. Tapi kita tetap menghargai pilihan itu,” ujarnya.
Dalam beberapa waktu terakhir, setidaknya tiga politikus senior NasDem resmi meninggalkan partai. Setelah Ahmad Ali dan Bestari Barus, menyusul nama Rusdi Masse Mappasessu yang juga memutuskan keluar dari partai besutan Surya Paloh tersebut.
Ketiganya diketahui memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ahmad Ali dan Bestari Barus bahkan telah masuk dalam jajaran kepengurusan PSI, sementara Rusdi Masse disebut-sebut akan segera menyusul secara resmi.
Ketua DPP PSI, Bestari Barus, membenarkan bahwa Rusdi Masse Mappasessu akan bergabung dengan PSI setelah menyelesaikan proses pengunduran dirinya dari NasDem. Ia juga mengungkapkan adanya potensi kader NasDem lain yang akan mengikuti langkah serupa.
“Iya, satu di antara yang akan bergabung dengan PSI,” ujar Bestari saat dihubungi, Jumat (23/1/2026). Meski demikian, Bestari belum bersedia mengungkap nama-nama lain yang disebut akan merapat ke PSI yang kini dipimpin Kaesang Pangarep tersebut. (tebe)

