AKARMERDEKA, SOLO – Politisi senior PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul menerima gelar kehormatan dari Mangkunegaran.
Gelar itu diberikan dalam acara Tingalan Jumenengan ke-4 Mangkunegara X di Puro Mangkunegaran, Kota Solo, Selasa (27/1/2026).
Bambang Pacul yang sebelumnya tak memiliki gelar kebangsawanan di Mangkunegaran, kini resmi menyandang gelar Kanjeng Pangeran (KP).
Baca Juga: Sebagai Partai Penyimbang, Puan Minta Kader Kritis, Cerdas, dan Solutif
Politikus senior yang akrab disapa sebagai ‘Komandan Koerea’ ini hadir langsung dalam prosesi tersebut dengan mengenakan beskap dan menyatakan kegembiraannya atas gelar yang diterima.
“Hari ini saya berbahagia, karena KGPAA Mangkunegara X memberikan hadiah berupa anon-anon atau gelar.
Gelar Kanjeng Pangeran, saya kira ini gelar yang sangat terhormat dalam kultur Jawa,” ujar Bambang.
Bambang tiba di Pura Mangkunegaran sekitar pukul 09.20 WIB. Ia menyebut pemberian gelar tersebut sebagai bentuk pengakuan kultural atas dirinya.
Dengan gaya khasnya, Bambang menilai gelar itu sebagai bukti bahwa dirinya telah ‘melenting’ di ranah budaya, setelah sebelumnya meniti pelentingan di wilayah kekuasaan, ekonomi, dan pengetahuan.
Baca Juga: Sekjen PDIP Dorong Kantor Partai Jadi Rumah Rakyat
“Hari ini saya berbahagia karena melenting kultural,” katanya.
Namun, Bambang enggan menjelaskan alasan atau proses di balik pemberian gelar tersebut. Ia meminta pertanyaan itu diarahkan langsung ke pihak Mangkunegaran.
“Soal itu bisa ditanyakan ke Kanjeng Gusti,” ujarnya singkat.
Saat ditanya kembali mengenai makna gelar KP yang disandangnya, Bambang memilih menanggapinya dengan gurauan.
“KP itu bisa juga Komandan Pacul,” katanya.
Pemberian gelar kehormatan kepada politisi aktif ini kembali menegaskan irisan erat antara kekuasaan politik dan simbol-simbol budaya. Sebuah praktik lama yang terus hidup, meski zaman telah berganti. (*)

