AKARMERDEKA, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta publik tidak “kebanyakan protes” terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program andalan Presiden Prabowo Subianto itu disebut sebagai pilar penting pembangunan ekonomi.
“Jadi jangan protes kebanyakan MBG. Ini memang program yang diperlukan oleh masyarakat,” ujar Purbaya dalam forum Economic Outlook, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga: Purbaya Blak-blakan: UU Cipta Kerja Era Jokowi Bikin Negara Tombok Rp 125 Triliun
Menurutnya, MBG masuk dalam strategi besar yang ia sebut Sumitronomics, tiga kaki penopang ekonomi: pertumbuhan tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial politik.
Masalahnya, kritik publik bukan muncul dari ruang hampa. Program berskala besar dengan dana negara tentu menuntut transparansi dan hasil nyata, bukan sekadar janji stabilitas.
Purbaya bahkan menyinggung gelombang protes pada Agustus 2025 sebagai pelajaran bahwa pertumbuhan ekonomi saja tak cukup.
Baca Juga: Ganjar Masuk 3 Besar Bursa Capres 2029, Hasil Survei Terbaru Indonesian Public Institute
Pemerintah lalu mengguyur kebijakan fiskal dan moneter, termasuk menggeser sekitar Rp200 triliun ke perbankan untuk mendorong kredit.
Pesannya terdengar optimistis: ekonomi dipacu, stabilitas menyusul.
Namun satu hal perlu diingat, dalam demokrasi, protes bukan pengganggu. Ia alarm. Justru yang patut dicemaskan adalah ketika pemerintah mulai terdengar lebih nyaman dipuji daripada diawasi. (*)

