HSN 2026, Luthfi Ajak 555 Ribu Santri Jateng Jadi Penggerak Ekonomi

T. Budianto
3 Min Read
BALIHO HSN: Para santriwati berjalan melintas di depan papan baliho Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di kawasan Jalan Pancasila, Kota Tegal, Kamis (22/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)

AKARMERDEKA, TEGAL– Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengajak sekitar 555 ribu santri di wilayahnya mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah, terutama melalui pengembangan kewirausahaan dan upaya pengentasan kemiskinan.

Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Jalan Pancasila, Kota Tegal, Kamis (22/10/2026).

Luthfi mengatakan, semangat Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 perlu dilanjutkan sesuai tantangan zaman. Jika dahulu santri berjuang melawan penjajah, kini perjuangan dapat diwujudkan melalui peningkatan kesejahteraan dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Para santri harus mampu menjadi benteng terakhir dan garda terdepan dalam membangun daerahnya, mulai dari kabupaten hingga provinsi. Dengan cara apa? Menyejahterakan masyarakat dengan mengurangi angka kemiskinan,” ujarnya.

Menurut Luthfi, tingkat kemiskinan Jateng saat ini tercatat 9,21 persen atau sekitar 3,6 juta jiwa. Pemerintah provinsi terus menjalankan berbagai program pengentasan kemiskinan, tetapi upaya tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Dengan jumlah santri yang besar dan tersebar di berbagai pondok pesantren, kalangan pesantren dinilai memiliki potensi untuk ikut menggerakkan ekonomi daerah. Selain memperkuat pendidikan agama, santri diharapkan mampu mengembangkan usaha, menciptakan kemandirian ekonomi, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemprov Jateng menjalankan program Pesantren Obah yang dikoordinasikan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dengan melibatkan Kementerian Agama dan sejumlah pihak terkait.

Beasiswa Pendidikan

Program itu mencakup beasiswa pendidikan, bantuan pondok pesantren, pengembangan usaha santri, serta insentif bagi guru madrasah diniyah (madin).

Luthfi menyebut, Pemprov Jateng telah memberikan beasiswa kepada 488 santri, termasuk santri penggerak. Selain itu, sebanyak 58 santri memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, antara lain ke Yaman dan Mesir.

Pemprov juga melanjutkan program insentif guru agama. Pada 2025, program tersebut menjangkau 230.830 penerima dengan total anggaran sekitar Rp277 miliar.

Dalam rangkaian peringatan HSN di Kota Tegal, Ahmad Luthfi bersama Taj Yasin menyerahkan bantuan renovasi masing-masing Rp25 juta kepada empat pondok pesantren, yakni Ponpes Al Munawarroh Margadana, Nurul Ma’arif, Insan Tebuireng, dan Mambaul Ulum.

Selain itu, diserahkan insentif bagi 1.390 pengajar keagamaan senilai Rp834 juta serta 300 paket sembako untuk masyarakat. Total bantuan renovasi pesantren dan insentif pengajar keagamaan mencapai Rp934 juta, di luar nilai bantuan sembako.

Luthfi juga mengajak para santri berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, stabilitas daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan, terutama di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.

“Potensi ini harus kita kelola dan kita gandeng untuk menjadi cooling system, atau penyejuk di tengah masyarakat,” katanya. Ia berharap santri mampu memadukan pengetahuan agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta kepedulian sosial.

Dengan bekal tersebut, santri diharapkan tidak hanya mandiri, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jateng. “Para santri harus mempunyai kebanggaan dalam dirinya untuk ikut membangun bangsa,” tandasnya. (tb)

Share This Article