PLN Icon Plus Gandeng SMK Batur Jaya 1 Ceper, Cetak Talenta Vokasi untuk Industri Masa Depan

T. Budianto
5 Min Read
PENANDATANGANAN MOU: Perwakilan SMK Batur Jaya 1 Ceper, Klaten, bersama perwakilan PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah menunjukkan dokumen kerja sama Memorandum of Understanding (MoU) Kelas Industri usai penandatanganan, Senin (10/8/2026). Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. (Foto: Ist)

AKARMERDEKA, KLATEN– Dunia kerja sedang bergerak cepat. Teknologi telekomunikasi berkembang, kendaraan listrik mulai membuka pasar baru, dan kebutuhan tenaga terampil pun ikut berubah. Di tengah perubahan itu, pendidikan vokasi dituntut tidak hanya mencetak lulusan yang bisa bekerja, tetapi juga talenta yang siap mengikuti arah industri.

Kebutuhan tersebut mendorong PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah menggandeng SMK Batur Jaya 1 Ceper, Klaten. Keduanya menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Kelas Industri untuk kompetensi Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Senin (10/8/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah memperkuat link and match antara sekolah dan industri. Melalui Kelas Industri, siswa akan mendapat kesempatan mengenal lebih dekat teknologi, kompetensi, hingga karakter kerja yang dibutuhkan industri telekomunikasi.

Bagi SMK Batur Jaya 1 Ceper, keterlibatan industri menjadi penting agar materi pembelajaran tidak berhenti pada teori. Kepala SMK Batur Jaya 1 Ceper, Sutrisno, S.Pd.Fis, mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan membantu sekolah menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan dunia kerja.

“Kami menyambut baik kerja sama Kelas Industri bersama PLN Icon Plus. Kolaborasi dengan dunia industri memberikan kesempatan bagi sekolah untuk terus menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan yang berkembang,” ujar Sutrisno.

Menurutnya, hubungan langsung dengan industri juga memberi ruang bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memahami gambaran dunia kerja sebelum benar-benar masuk ke dalamnya.

Menariknya, pembahasan kerja sama tidak berhenti pada bidang TJKT. PLN Icon Plus dan SMK Batur Jaya 1 Ceper juga menjajaki pengembangan kompetensi untuk Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Sepeda Motor (TSM).

Salah satu bidang yang diperkenalkan adalah teknologi kendaraan listrik roda dua. Mulai dari proses konversi kendaraan hingga pemeliharaan dan perbaikan baterai menjadi kompetensi yang dinilai semakin relevan dengan perkembangan teknologi transportasi.

Perubahan tersebut membuka peluang baru bagi lulusan pendidikan vokasi. Jika sebelumnya keterampilan otomotif identik dengan mesin dan sistem kendaraan konvensional, ke depan tenaga terampil juga dituntut memahami sistem kelistrikan, baterai, hingga teknologi kendaraan berbasis energi listrik.

Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, mengatakan kolaborasi industri dan sekolah perlu terus mengikuti perubahan kebutuhan teknologi.

“Kelas Industri menjadi salah satu cara untuk mempertemukan kebutuhan dunia pendidikan dengan perkembangan yang terjadi di industri. Melalui kerja sama ini, kami ingin memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal kebutuhan industri secara lebih dekat,” kata Leandra.

Bagian Penting

Ia menambahkan, peluang pengembangan kompetensi kendaraan listrik juga menjadi bagian penting dalam kerja sama tersebut. Menurutnya, konversi kendaraan roda dua serta pemeliharaan dan perbaikan baterai membutuhkan sumber daya manusia dengan keterampilan khusus. Pengenalan teknologi tersebut sejak bangku sekolah dinilai penting agar siswa tidak gagap ketika memasuki dunia kerja yang terus berubah.

Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, menegaskan bahwa transformasi teknologi harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia.

“Transformasi teknologi membawa perubahan terhadap kebutuhan kompetensi dan karakter pekerjaan. Karena itu, hubungan antara industri dan pendidikan vokasi perlu semakin erat agar siswa memperoleh bekal yang relevan dengan perkembangan tersebut,” ujarnya.

Menurut Chipta, Kelas Industri dapat menjadi jembatan antara apa yang dipelajari siswa di ruang kelas dengan kebutuhan nyata di dunia kerja. Tidak hanya untuk sektor telekomunikasi, tetapi juga untuk bidang teknologi yang terus berkembang, termasuk kendaraan listrik.

Ekosistem kendaraan listrik sendiri membuka ruang baru bagi pendidikan vokasi. Kompetensi seperti konversi kendaraan, diagnosis sistem kelistrikan, hingga pemeliharaan baterai berpotensi menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan seiring meluasnya penggunaan kendaraan listrik.

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri jajaran SMK Batur Jaya 1 Ceper, antara lain Kepala Sekolah Sutrisno, S.Pd.Fis; WKS Hubungan Industri Buya Kharismawanto, Lc., M.Ag.; BKK Anita Triningsih, S.Pd.; Kepala Program TKJ Abu Puji Hartono, S.Kom., M.Pd.; Kepala Program TIT Riyanto, S.Pd.; serta Kepala Program TKR Iswanto, S.Pd.

Melalui kerja sama ini, PLN Icon Plus dan SMK Batur Jaya 1 Ceper membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Di bidang TJKT, siswa diarahkan semakin dekat dengan kebutuhan industri telekomunikasi. Sementara pada bidang otomotif, peluang pengembangan kompetensi kendaraan listrik mulai diperkenalkan sebagai bagian dari perubahan teknologi dan energi.

Bagi sekolah, kolaborasi tersebut menjadi kesempatan memperbarui wawasan dan pembelajaran. Bagi industri, ini merupakan langkah untuk ikut menyiapkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.

Sebab, ketika teknologi berubah lebih cepat daripada buku pelajaran, sekolah tidak bisa berjalan sendirian. Industri perlu ikut masuk ke ruang pendidikan agar siswa tidak hanya belajar tentang dunia kerja, tetapi sudah mengenal arah perubahannya sejak dari bangku sekolah.

Kelas Industri akhirnya bukan sekadar program kerja sama. Ia menjadi jembatan antara talenta yang sedang disiapkan hari ini dan kebutuhan industri yang akan datang. (*)

Share This Article