AKARMERDEKA, MAGELANG– Camilan sederhana ternyata bisa menyimpan cerita ekonomi yang tidak sederhana. Di Magelang, Rengginan Bu Yatin menjadi salah satu contoh usaha pangan rumahan yang bertahan dari keterampilan produksi masyarakat sekaligus ikut menggerakkan ekonomi lokal.
Potensi tersebut mendapat perhatian PLN Icon Plus melalui kunjungan ke Rengginan Bu Yatin, 6 Agustus 2026. Kunjungan itu tidak hanya menjadi agenda untuk mengenal produk, tetapi juga melihat langsung bagaimana sebuah usaha rumahan dibangun dan dipertahankan dari proses produksi sehari-hari.
Rengginan yang berbahan dasar beras tersebut diproduksi secara mandiri. Di balik bentuknya yang sederhana, terdapat sejumlah tahapan yang membutuhkan ketelitian dan keterampilan agar menghasilkan produk dengan kualitas yang baik.
Rombongan PLN Icon Plus bahkan tidak sekadar melihat dari luar. Direktur Niaga dan Pemasaran PLN Icon Plus, Joice Lanny Wantania, ikut mencoba langsung proses pembuatan rengginan.
Pengalaman tersebut membuat proses produksi yang selama ini mungkin terlihat sederhana menjadi lebih terasa. Ada bahan yang harus diolah, dibentuk, kemudian diproses hingga siap menjadi makanan ringan yang memiliki nilai jual.
“Menarik sekali bisa melihat dan mencoba langsung proses membuat rengginan. Dari sini kita bisa melihat bahwa produk yang sederhana pun memiliki proses dan keterampilan di baliknya,” ujar Joice.
Menurutnya, mengenal produk lokal secara langsung menjadi salah satu cara untuk memahami potensi ekonomi yang tumbuh dari masyarakat. Apalagi, keberadaan usaha kecil tidak hanya berkaitan dengan produk yang dijual, tetapi juga keberlanjutan aktivitas ekonomi pelakunya.
Usaha Lokal
PLN Icon Plus juga memberikan apresiasi melalui pembelian produk Rengginan Bu Yatin. Dukungan tersebut menjadi bentuk sederhana untuk ikut menghargai karya sekaligus membantu menjaga keberlangsungan usaha lokal.
“Menurut saya, mengenal dan membeli produk lokal seperti ini merupakan salah satu bentuk apresiasi yang bisa kita lakukan secara langsung kepada para pelaku usaha,” lanjut Joice.
Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian perusahaan terhadap potensi usaha masyarakat di wilayah Magelang.
Menurutnya, melihat langsung proses produksi memberikan pemahaman bahwa sebuah produk lokal memiliki cerita dan perjuangan di belakangnya. “Kami tidak hanya melihat produknya, tetapi juga mencoba memahami proses di baliknya. Dengan membeli dan mengapresiasi produk yang mereka hasilkan, kami berharap dapat memberikan dukungan sederhana bagi keberlangsungan usaha lokal,” kata Leandra.
Rengginan Bu Yatin menjadi gambaran bahwa ekonomi lokal tidak selalu tumbuh dari usaha berskala besar. Dari dapur produksi rumahan pun bisa lahir aktivitas ekonomi yang terus bergerak, selama produk memiliki pasar dan pelakunya mampu mempertahankan kualitas.
Di sisi lain, dukungan terhadap UMKM juga tidak harus selalu menunggu program besar. Mengenal produk, mencoba, memberikan apresiasi, hingga membeli hasil produksi merupakan bentuk dukungan yang bisa dilakukan secara langsung.
Bagi usaha seperti Rengginan Bu Yatin, satu pembelian mungkin terlihat kecil. Tetapi ketika produk lokal terus dipilih dan dibeli, uang tidak sekadar berpindah tangan. Ada produksi yang kembali berjalan, bahan baku yang kembali dibeli, dan usaha yang punya alasan untuk terus bertahan.
Pada akhirnya, rengginan bukan cuma soal camilan untuk teman minum teh. Di tangan pelaku usaha lokal, ia menjadi bagian dari roda ekonomi yang tetap berputar dari rumah, untuk masyarakat, dan kembali ke masyarakat. (*)
