AKARMERDEKA, SEMARANG – PDI Perjuangan Jawa Tengah kebanjiran pendaftar untuk posisi ketua Pengurus Anak Cabang (PAC). Hampir 5.000 kader ikut dalam penjaringan untuk 576 kecamatan. Angka besar di atas kertas, tapi menyisakan pertanyaan di lapangan.
“Yang mendaftar untuk 576 kecamatan itu ada 4.900 sekian,” kata Agustina Wilujeng Pramestuti usai memimpin sesi wawancara di Panti Marhaen, Semarang, Sabtu (2/5/2026).
Seleksi dilakukan berlapis: tes tertulis lalu wawancara. Tahapan ini digelar serentak pada 2–3 Mei di enam titik karesidenan, Semarang, Solo, Pati, Magelang, Tegal, dan Banyumas. Penguji berasal dari pengurus DPD, fraksi DPRD hingga DPR RI.
Baca Juga: Menakar Peluang Capres PDIP di Pilpres 2029, Pengamat: Belum Ada Sosok Kuat
Di Kota Semarang, misalnya, dari 397 kader yang mendaftar untuk 16 posisi ketua PAC. Namun, tak semua pendaftar hadir untuk seleksi wawancara.
Agustina menyebut absennya ratusan peserta bukan berarti mereka mundur. “Ada berbagai kemungkinan. Nanti akan dibuka lagi undangan berikutnya,” ujarnya.
Pelaksanaan wawancara di Panti Marhaen, yang mencakup Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, dan Salatiga, berjalan bergiliran. Kota Semarang dan Kendal sudah selesai, sementara dua wilayah lain menyusul.
Baca Juga: PDIP Tegas: Kader Nggak Boleh Main Bisnis MBG
Di lokasi, peserta yang hadir tampak mengikuti alur: registrasi, pengarahan, lalu wawancara satu per satu.
Seleksi PAC sejatinya bukan sekadar urusan internal partai. Struktur di tingkat kecamatan adalah ujung tombak mesin politik. Dari sinilah konsolidasi suara dibangun, terutama menjelang momentum elektoral.
Tingginya antusiasme pendaftar untuk posisi Ketua PAC menandakan antusiasme kader banteng untuk berpartisipasi. (*)

