Kasus Influenza A Melonjak Tajam, Puan Dorong Vaksinasi Kelompok Rentan

Ketua DPR Puan Maharani mendorong pemerintah untuk melakukan vaksinasi kelompok rentan di tengah lonjakan kasus Influenza A.

R. Izra
2 Min Read
Ketua DPR RI, Puan Maharani.

AKARMERDEKA, JAKARTA – Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menyoroti meningkatnya kasus Influenza A di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Ia mengingatkan bahwa lonjakan ini tidak boleh dianggap sepele, apalagi jika sampai membebani fasilitas kesehatan.

“Lonjakan kasus Influenza A ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh lengah. Jika tidak ditangani serius, bisa mengancam keselamatan masyarakat,” ujar Puan dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Kementerian Kesehatan sebelumnya menyampaikan bahwa subtipe H3N2 kini mulai mendominasi kasus influenza di kawasan Asia Tenggara.

Data FluNet milik WHO mencatat, sebagian besar kasus influenza di Indonesia terkait varian ini. Tren serupa juga terjadi di Malaysia, Singapura, hingga Thailand.

Menanggapi situasi tersebut, Puan meminta pemerintah memperkuat sistem kewaspadaan dini di seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.

Menurutnya, deteksi dan penanganan cepat sangat penting agar kasus tidak berkembang menjadi komplikasi berat.

Selain soal penguatan fasilitas kesehatan, Puan menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk penggunaan masker di tempat ramai dan menjaga ventilasi ruangan.

Yang paling disorot, Puan mendorong pemerintah memberikan perlindungan tambahan bagi kelompok rentan melalui vaksinasi flu.

“Pemerintah bisa memperkuat langkah pencegahan dengan vaksinasi kepada kelompok berisiko tinggi, seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit bawaan,” tegasnya.

Puan menyebut kelompok tersebut paling mudah mengalami infeksi berat dan komplikasi, seperti pneumonia, yang menyebabkan pasien harus dirawat lebih lama.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap gejala flu yang berat seperti demam tinggi dan sesak napas, serta segera memeriksakan diri bila kondisi memburuk.

Dengan meningkatnya kasus influenza di negara tetangga, Puan berharap pemerintah memperkuat sistem surveilans dan kesiapan fasilitas kesehatan.

“Ini menjadi pengingat bahwa kita harus terus berinvestasi dalam ketahanan sistem kesehatan nasional,” tutupnya. (*)

Share This Article