Pentas Seni Rakyat Ambarawa: Nguri-nguri Budaya dan Galang Dana Yatim Piatu

Sanggar Seni Purwo menggelar pentas seni rakyat menggelar pentas seni rakyat dan penggalangan dana untuk yatim piatu, di Ambarawa, Kabupaten Semarang.

R. Izra
2 Min Read
Salah satu pementasan seni rakyat dalam gelaran 'Purwo Anggelar Ing Roso' di Ambarawa, Kabupaten Semarang.

AKARMERDEKA, UNGARAN – Sanggar Seni Purwo menggelar pentas seni rakyat, bakti sosial, dan penggalangan dana untuk yatim-piatu di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), selama tiga hari berturut-turut, Jumat-Minggu (31/10-2/11/2025).

Acara bertajuk ‘Purwo Anggelar Ing Roso’ didukung oleh berbagai pihak. Antara lain Komunitas Baguna, Korea Ambarawa, dan sejumlah mitra lainnya.

Ketua Panitia, Ahmad Purwoko, mengatakan pada hari pertama kegiatan pihaknya menyelenggarakan bakti sosial (baksos) pembagian sayur gratis untuk masyarakat, cek kesehatan gratis, bersih-bersih makam dan tempat ibadah, hingga pembagian susu untuk anak-anak sekolah.

“Kita mengajak semua pihak untuk berpartisipasi. Terima kasih untuk Korea Ambarawa yang turut nyengkuyung kegiatan ini,” kata Purwoko, Minggu (2/11).

Dituturkan, kegiatan ini telah rutin dilaksanakan selama tiga tahun terakhir. Pentas seni rakyat dan bakti sosial Sanggar Seni Purwo kali pertama digelar pada tahun 2023 lalu.

“Sekarang (tahun 2025, red) berarti sudah tiga kali digelar, semoga ke depan kita bisa rutin menggelar dan menebar lebih banyak manfaat,” ucapnya.

Menurut dia, selain sebagai ajang silaturahmi para seniman di Ambarawa dan daerah sekitar, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk berkontribusi terhadap masyarakat. Khususnya, anak-anak yatim-piatu di Ambarawa dan sekitarnya.

“Selama kegiatan, kita membuka donasi, yang seluruhnya diberikan kepada yatim-piatu, terutama di sekitar Ambarawa, tapi tak menutup kemungkinan ke depan akan lebih luas lagi jangkauannya,” terangnya.

Purwoko mengaku bahagia, acara yang digagas mendapat sambutan positif dari masyarakat. Terbukti, banyak pihak yang terlibat dan memberikan dukungan, baik secara langsung maupun tidak.

Berkait pementasan, kata dia, ada beragam kelompok kesenian rakyat yang turut berpartisipasi. Antara lain kelompok seni jaran kepang, ada grup reog dari Salatiga, hingga pementasan kuda lumping.

“Selain ajang silaturahmi antarseniman, kita juga mengajak masayrakat untuk ikut berpartisipasi aktig nguri-nguri budaya,” pungkasnya. (*)

Share This Article