Satu Tahun Prabowo-Gibran, PDIP: Presiden Pulihkan Martabat Indonesia di Mata Dunia

R. Izra
3 Min Read
Satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. (grafis/wahyu)

AKARMERDEKA, JAKARTA — Pemerintah Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka genap berusia satu tahun pada 20 Oktober 2025.

Di usia yang masih muda, arah kebijakan luar negeri Presiden Prabowo mulai mendapat sorotan positif — salah satunya dari PDI Perjuangan (PDIP).

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menilai, kepemimpinan Prabowo berhasil mengangkat kembali posisi dan pengaruh Indonesia di kancah global, terutama dalam upaya menjaga perdamaian dunia.

Menurut Hasto, langkah Prabowo menunjukkan kesadaran geopolitik yang sejalan dengan gagasan Bung Karno tentang kemandirian bangsa dan tatanan dunia yang adil.

“PDI Perjuangan mengapresiasi arah kepemimpinan yang digerakkan oleh kesadaran geopolitik Bung Karno dalam mewujudkan tatanan dunia baru yang lebih damai, adil, dan setara,” ujar Hasto kepada Kompas.com, Minggu (19/10/2025).

PDIP menyoroti peran aktif Indonesia di bawah Prabowo dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan mendorong penyelesaian konflik Palestina–Israel.

Bagi Hasto, hal itu adalah bukti konkret bahwa kebijakan luar negeri Indonesia kembali berpihak pada nilai kemanusiaan dan perdamaian global.

“Presiden Prabowo telah mengangkat kembali kepemimpinan Indonesia di dunia internasional, terutama lewat prakarsa dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan upaya penyelesaian konflik Palestina–Israel,” kata Hasto.

Langkah diplomasi ini, menurut PDI-P, mengembalikan semangat politik luar negeri “bebas aktif” yang menjadi ciri khas Indonesia sejak era Sukarno.

Konsolidasi di dalam negeri

Selain soal diplomasi, PDI-P juga menilai tahun pertama pemerintahan Prabowo fokus pada konsolidasi internal pemerintahan.

Langkah ini dianggap penting sebagai fondasi agar tahun kedua nanti pemerintah bisa bergerak lebih cepat menghadapi tantangan ekonomi dan pembangunan nasional.

“Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo ditandai dengan upaya memperkuat konsolidasi. Ini menjadi dasar penting agar ke depan pemerintah bisa melangkah lebih cepat membangun Indonesia Raya,” jelas Hasto.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa PDIP akan tetap bersikap objektif dalam menilai capaian pemerintahan.

“Fraksi PDI Perjuangan di DPR akan menyampaikan sikap resmi terkait evaluasi satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran,” tambahnya.

Evaluasi masih diperlukan

Apresiasi PDI-P datang di tengah beragam evaluasi terhadap kinerja pemerintah selama setahun terakhir.

Sejumlah capaian memang patut dicatat, mulai dari diplomasi internasional, penyaluran bantuan sosial, hingga program pembangunan infrastruktur.

Namun, tantangan di sektor ekonomi, kesenjangan sosial, dan penguatan tata kelola pemerintahan tetap menunggu penyelesaian konkret.

Dengan modal politik dan konsolidasi awal yang kuat, tahun kedua pemerintahan Prabowo akan menjadi uji nyata sejauh mana janji kampanye dan visi besar “Indonesia Raya” bisa diwujudkan. (*)

Share This Article