AKARMERDEKA, SEMARANG- Menyiapkan lulusan sekolah vokasi agar sesuai dengan kebutuhan industri membutuhkan lebih dari sekadar pembelajaran di kelas.
Karena itu, PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah menerima kunjungan industri 67 siswa jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten, bersama 13 guru pendamping, di kantor PLN Icon Plus Semarang, Rabu (7/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal penerapan ilmu jaringan komputer dan telekomunikasi dalam lingkungan kerja profesional. Mereka mendapatkan pemaparan mengenai profil perusahaan, bidang usaha, serta peran teknologi digital dan konektivitas dalam mendukung aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.
Bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), interaksi langsung dengan pelaku industri dapat membantu menjembatani materi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja. Selain keterampilan teknis, sektor telekomunikasi juga membutuhkan kemampuan beradaptasi, komunikasi, dan kemauan untuk terus mengikuti perkembangan teknologi.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten, Septiani Yulian Herwindha, SE, mengatakan, kunjungan industri menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan siswa sekaligus mengenalkan penerapan kompetensi yang mereka pelajari di sekolah.
“Kunjungan industri memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu yang dipelajari di sekolah diterapkan dalam dunia kerja. Bagi siswa jurusan TJKT, pengalaman ini penting untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi jaringan dan telekomunikasi, sekaligus memahami kompetensi yang perlu terus dikembangkan agar mampu mengikuti kebutuhan industri,” ujar Septiani.
Sambut Baik
Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra menyambut baik kegiatan tersebut sebagai ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperkenalkan dinamika industri kepada generasi muda.
“Dunia industri terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Karena itu, penguasaan kompetensi teknis perlu diimbangi dengan kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan kemauan untuk terus belajar. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan gambaran yang lebih nyata kepada para siswa mengenai dunia kerja serta memotivasi mereka untuk terus mengembangkan potensi sesuai bidang yang ditekuni,” ungkap Leandra.
Selain mengikuti pemaparan materi, para siswa berkesempatan berdiskusi untuk mendapatkan perspektif dari praktisi industri. Interaksi ini diharapkan membantu mereka memahami hubungan antara kompetensi yang diajarkan di sekolah, kebutuhan perusahaan, dan peluang pengembangan karier di bidang jaringan serta telekomunikasi.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya hubungan antara pendidikan vokasi dan dunia usaha dalam mempersiapkan tenaga kerja yang relevan dengan perkembangan teknologi. Pemahaman mengenai kebutuhan industri sejak dini dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menentukan arah peningkatan keterampilan dan mempersiapkan diri memasuki pasar kerja.
Melalui kunjungan industri ini, PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah berharap dapat berkontribusi dalam memperluas wawasan siswa mengenai teknologi digital dan konektivitas. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan kompetensi generasi muda agar lebih siap menghadapi perubahan dan kebutuhan dunia kerja. (*)

