PLN Icon Plus Dukung Efisiensi Energi RS Mardi Rahayu lewat PLTS Atap 416 kWp

T. Budianto
4 Min Read
PLTS ATAP: Direktur Utama RS Mardi Rahayu Pujianto dan perwakilan manajemen PLN Icon Plus beserta Solar Radiance secara simbolis menyerahkan cinderamata foto usai peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di RS Mardi Rahayu, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (2/10/2026). (Foto: PLN Icon Plus)

AKARMERDEKA, KUDUS– Efisiensi energi menjadi kebutuhan penting bagi rumah sakit yang beroperasi selama 24 jam. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PLN Icon Plus melalui layanan ICONGREEN menghadirkan solusi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 416 kilowatt peak (kWp) di RS Mardi Rahayu, Kudus, Jawa Tengah.

Fasilitas ini diresmikan pada Jumat (2/10/2026) sebagai bagian dari upaya mendorong operasional rumah sakit yang lebih efisien dan ramah lingkungan. PLTS Atap tersebut diproyeksikan menghasilkan listrik sekitar 584,40 megawatt hour (MWh) per tahun.

Pemanfaatan energi surya ini juga diperkirakan mampu menghindari emisi karbon sekitar 521 ton karbon dioksida (CO₂) setiap tahun, atau sekitar 12.077 ton CO₂ selama masa kerja sama 25 tahun.

Melalui ICONGREEN, PLN Icon Plus menawarkan skema pemanfaatan PLTS Atap tanpa investasi awal bagi pelanggan. Skema ini memungkinkan RS Mardi Rahayu memanfaatkan energi surya tanpa harus menyediakan dana awal untuk pengadaan panel surya.

Dalam pengembangan fasilitas tersebut, ICONGREEN bekerja sama dengan PT Mitra Solar Radians atau Solar Radiance sebagai penyedia investasi proyek. Kolaborasi ini menjadi salah satu alternatif bagi fasilitas pelayanan publik untuk mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan sesuai kebutuhan operasionalnya.

Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra mengatakan, pengembangan solusi energi hijau perlu mempertimbangkan kebutuhan pelanggan sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan.

“Pemanfaatan energi terbarukan perlu didukung oleh solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan dapat diterapkan secara berkelanjutan. Melalui ICONGREEN, PLN Icon Plus menghadirkan alternatif pemanfaatan PLTS Atap dengan skema kerja sama yang memungkinkan pelanggan mengakses energi surya tanpa investasi awal. Kami melihat sektor pelayanan kesehatan memiliki potensi untuk terus mengembangkan efisiensi energi, sejalan dengan kebutuhan operasional dan komitmen terhadap lingkungan,” ujar Leandra.

Bagi rumah sakit, pengelolaan energi menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pelayanan sekaligus mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Dengan memanfaatkan energi matahari, RS Mardi Rahayu memperluas pilihan sumber energi untuk mendukung kebutuhan operasional sehari-hari.

Kualitas Pelayanan

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Pujianto, menyampaikan bahwa efisiensi energi perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kualitas pelayanan kepada pasien.

“Pengelolaan energi menjadi bagian penting dari operasional rumah sakit yang memberikan pelayanan selama 24 jam. Pemanfaatan PLTS Atap merupakan langkah yang kami tempuh untuk mendukung efisiensi energi sekaligus mendorong penerapan konsep green hospital. Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan manfaat bagi operasional rumah sakit serta mendukung upaya menjaga kelestarian lingkungan,” kata Pujianto.

Pemanfaatan PLTS Atap tersebut melengkapi sejumlah inisiatif ramah lingkungan yang telah dijalankan RS Mardi Rahayu. Langkah itu meliputi penggunaan lampu LED, pemanfaatan air daur ulang untuk kebutuhan flushing, serta penyediaan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik atau electric vehicle charging station.

Ke depan, RS Mardi Rahayu juga merencanakan pengembangan PLTS Atap tahap kedua yang mencakup gedung parkir dan gedung rawat inap Betania yang masih dalam proses pembangunan. Realisasi rencana tersebut akan menyesuaikan kesiapan teknis dan kesepakatan para pihak.

Melalui ICONGREEN, PLN Icon Plus terus memperluas solusi energi hijau untuk berbagai sektor, termasuk fasilitas pelayanan publik. Skema kerja sama tanpa investasi awal dapat menjadi alternatif bagi pelanggan yang ingin memanfaatkan energi surya, dengan manfaat ekonomi yang bergantung pada ketentuan kontrak, pola konsumsi listrik, dan kinerja fasilitas.

Pengembangan PLTS Atap di RS Mardi Rahayu menjadi salah satu contoh kolaborasi untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan. Upaya tersebut diharapkan mendukung efisiensi operasional sekaligus memperkuat praktik keberlanjutan di sektor pelayanan kesehatan. (*)

Share This Article