Pertemuan Elite Empat Ketua Parpol, PKB Tegaskan Bukan Sekadar Silaturahmi

Budianto Budianto
3 Min Read
SILAHTURAHMI POLITIK: Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia (kiri), Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (dua kiri), Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (dua kanan), dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kanan) bersilaturahmi di kediaman Bahlil Lahadalia, Jakarta, Minggu (28/12/2025). (Foto: Ist)

AKARMERDEKA, JAKARTA- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan pertemuan tertutup empat pimpinan partai politik nasional bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan forum strategis untuk menyatukan arah politik nasional di tengah dinamika kekuasaan pasca-Pemilu.

Sekretaris Jenderal DPP PKB Hasanuddin Wahid menyebut pertemuan antara Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, serta Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad itu membahas berbagai agenda besar kebangsaan.

“Yang dibicarakan adalah hal-hal strategis untuk kebaikan bangsa,” ujar Hasanuddin Wahid di Jakarta, Senin (29/12).

Cak Udin, sapaan akrabnya, menyampaikan, pertemuan yang berlangsung di kediaman Bahlil Lahadalia tersebut menitikberatkan pada konsolidasi politik berkeadaban, sekaligus penguatan semangat gotong royong lintas partai untuk mengawal agenda pembangunan nasional di pemerintahan mendatang.

Menariknya, saat dikonfirmasi terkait kemungkinan pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilu maupun wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD, isu yang belakangan menjadi sorotan publik, PKB memilih tidak mengonfirmasi secara langsung. Namun Cak Udin menegaskan, terdapat isu yang dinilai lebih mendesak dan konkret.

“Yang lebih urgen adalah percepatan rehabilitasi pascabencana di Sumatera,” katanya, memberi sinyal bahwa isu kebijakan nasional menjadi bagian penting dalam diskusi elite tersebut.

Koalisi Politik

Sebelumnya, politikus Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Arief Rosyid Hasan, membenarkan pertemuan empat pimpinan partai tersebut. Ia menyebut pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi intensif untuk memperkuat konfigurasi koalisi politik.

“Silaturahmi dan diskusi untuk memperkuat koalisi, sekaligus membahas sejumlah agenda politik ke depan,” ujar Arief.

Meski demikian, Arief enggan membeberkan secara detail agenda politik yang dibicarakan. Sikap tertutup ini memunculkan spekulasi bahwa pertemuan tersebut menjadi ruang penjajakan arah politik nasional, termasuk konsolidasi kekuatan partai-partai pendukung pemerintahan.

Foto kebersamaan empat tokoh yang beredar ke publik semakin menguatkan sinyal komunikasi intensif antarelite. Duduk satu meja, para pimpinan partai itu dinilai tengah merajut kesepahaman politik dalam suasana yang cair, namun sarat kalkulasi kekuasaan.

Di tengah meningkatnya perbincangan publik soal desain ulang sistem pemilu dan pilkada, pertemuan elite lintas partai ini menunjukkan bahwa arah politik nasional kian ditentukan melalui dialog tertutup di level pimpinan tertinggi partai. (tebe)

Share This Article