Dari Timur ke Pusat, Sjafrie Bikin Peta Politik Bergetar

Nugroho Purbohandoyo
2 Min Read
Sjafrie Sjamsoeddin

AKARMERDEKA, JAKARTA – Nama Sjafrie Sjamsoeddin lagi-lagi ikut nyempil dalam obrolan soal Pilpres 2029. Bukan cuma sekadar numpang lewat, tapi mulai disebut-sebut bisa jadi “matahari baru” di panggung politik nasional.

Pengamat dari Universitas Nasional, Firdaus Syam, melihat posisi Sjafrie sebagai Menteri Pertahanan itu bukan posisi kaleng-kaleng. Strategis, punya akses, dan dekat dengan lingkar inti kekuasaan. Secara kultur politik, latar belakang Indonesia Timur juga dinilai jadi nilai plus. Ada karakter pejuang, mental petarung, dan keberanian yang sering dilekatkan pada tokoh-tokoh dari Sulawesi.

Kita pernah lihat figur-figur seperti B. J. Habibie dan Jusuf Kalla yang punya warna kuat dalam kepemimpinan nasional. Nama Sjafrie kini ikut disandingkan dalam narasi besar itu—sosok yang dianggap punya daya juang dan pengalaman panjang di pemerintahan maupun militer.

Dari sisi survei, namanya juga nggak bisa dipandang sebelah mata. Riset terbaru dari Indonesian Public Institute menempatkan Sjafrie di posisi tujuh besar kandidat potensial capres 2029, dengan elektabilitas 7,5 persen. Angka itu bikin dia bersaing ketat dengan tokoh-tokoh yang lebih dulu wara-wiri di ruang publik seperti Anies Baswedan, Pramono Anung, dan Dedi Mulyadi.

Menariknya, faktor yang mendongkrak elektabilitas Sjafrie bukan cuma soal jabatan. Survei itu mencatat kepemimpinan dan ketokohan jadi poin paling dominan, disusul rekam jejak, eksposur media, sampai soal integritas. Artinya, publik mulai membaca dia bukan sekadar menteri, tapi figur yang punya paket lengkap untuk naik level.

Di tengah peta politik yang makin cair, kemunculan nama Sjafrie memberi warna baru. Belum tentu jadi, tentu saja. Tapi kalau melihat momentumnya sekarang, wajar kalau banyak yang mulai bertanya: ini cuma gelombang sesaat, atau benar-benar tanda lahirnya poros baru di 2029? (*)

Share This Article