AKARMERDEKA, SOLO – Soekarno Run SOC 2026 tak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi Kota Solo. Ribuan peserta dari berbagai daerah memadati kota ini, mendorong okupansi hotel hingga menggerakkan sektor kuliner, transportasi, dan UMKM.
Ketua Pengarah Pelaksana Soekarno Run SOC 2026, Aria Bima, memperkirakan perputaran uang selama penyelenggaraan acara mencapai sedikitnya Rp5 miliar.
“Perhitungan kami tidak kurang dari Rp5 miliar,” kata Aria Bima, Minggu (28/6/2026).
Baca Juga: Peringkat Indonesia Anjlok ke Rangking 58 Dunia, Kalah Jauh dari Malaysia dan Vietnam
Menurutnya, sekitar 3.200 peserta datang dari luar Solo. Kehadiran mereka membuat tingkat hunian hotel di sekitar kawasan Alun-alun Utara Keraton Surakarta hampir penuh sejak malam sebelum perlombaan.
“Hari ini hampir seluruh hotel di sekitar alun-alun ini penuh semua, termasuk Heritage. Ada 3.200 tamu yang hadir ke Kota Solo sejak tadi malam,” ujarnya.
Soekarno Run SOC 2026 sendiri diikuti sekitar 7.600 pelari dari berbagai daerah di Indonesia. Mengusung tema “Berlari di Atas Kaki Sendiri”, ajang ini mempertandingkan empat kategori, yakni 10K, 5K Speed, 5K Fun Run, dan Kids Dash.
Selain menjadi ajang olahraga, penyelenggara juga menyiapkan berbagai hadiah undian yang menjadi daya tarik peserta.
Grand prize berupa satu unit mobil listrik Wuling Air EV berhasil dimenangkan Fikri, peserta asal Boyolali. Saat nomor undiannya diumumkan, Fikri langsung maju ke panggung dan sujud syukur di hadapan ribuan peserta.
Ia mengaku tak memiliki firasat khusus bakal membawa pulang hadiah utama. Menurutnya, yang paling berkesan justru doa dari kedua orang tuanya sebelum mengikuti lomba.
Baca Juga: Sebut NU Tempat Belajar Politik, Prabowo: di Istana Nanti Kiai Patuh sama Saya
“Tadi malam nggak ada mimpi, tapi kemarin izin sama orang tua, didoain langsung,” ujarnya.
Selain mobil listrik, panitia juga membagikan puluhan doorprize, mulai dari dua unit Honda Beat CBS, lima motor listrik U Win Fly, hingga televisi, kulkas, mesin cuci, dan kipas angin.
Keberhasilan Soekarno Run 2026 menunjukkan bahwa ajang olahraga tak hanya menjadi ruang membangun gaya hidup sehat, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.
Ribuan peserta yang datang dari luar kota menghadirkan efek berganda bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha lokal, menjadikan sport tourism sebagai salah satu potensi yang semakin diperhitungkan di Solo.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyebut penyelenggaraan Soekarno Run menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Solo sebagai kota tujuan wisata olahraga.
“Hari ini luar biasa. Selanjutnya Kota Solo terus berkembang untuk pengembangan sport tourism. Dan semoga ini menjadi awal untuk event-event olahraga,” kata Respati.
Respati mengapresiasi konsep penyelenggaraan yang memadukan olahraga dengan kawasan cagar budaya, sehingga tidak hanya menghadirkan pengalaman berbeda bagi peserta, tetapi juga memperkuat daya tarik Kota Solo sebagai destinasi wisata.
Selain menjadi ajang olahraga, Soekarno Run juga memberi dampak ekonomi melalui meningkatnya kunjungan wisatawan, okupansi hotel, hingga aktivitas pelaku UMKM selama acara berlangsung. (*)

