AKARMERDEKA, JAKARTA – Analis politik Saiful Huda Ems menilai hasrat politik mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi belum benar-benar mereda meski masa jabatannya telah berakhir. Menurutnya, Jokowi masih dinilai ingin mempertahankan pengaruhnya dalam dinamika politik nasional, sehingga bayang-bayang kekuasaan disebut belum sepenuhnya ditinggalkan.
Saiful menyampaikan pandangan tersebut melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (19/7/2026). Ia menilai langkah-langkah politik yang masih dikaitkan dengan Jokowi menunjukkan mantan kepala negara itu tetap memiliki peran besar di panggung politik.
Menurut Saiful, perjalanan politik Jokowi sebenarnya sudah sangat panjang. Ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden Republik Indonesia selama dua periode.
Karena itu, ia berpandangan sudah waktunya Jokowi mengambil peran sebagai negarawan yang lebih fokus memberikan teladan ketimbang terus berada dalam pusaran politik praktis.
Dalam keterangannya, Saiful juga menyinggung berbagai isu dugaan korupsi yang sempat menyeret nama Jokowi maupun anggota keluarganya di ruang publik. Namun, ia menyebut hingga kini belum ada proses hukum yang secara resmi menjerat ataupun memeriksa Jokowi sebagai pihak terkait.
Ia menilai kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai konsistensi penegakan hukum. Menurutnya, hukum seharusnya berlaku sama bagi siapa pun tanpa memandang jabatan maupun pengaruh politik.
Saiful juga mengkritik kondisi penegakan hukum yang menurutnya menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir. Ia berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara independen dan profesional.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa banyak mantan presiden Indonesia memilih mengambil posisi sebagai negarawan setelah mengakhiri masa jabatan. Langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga stabilitas dan kualitas demokrasi.
Saiful berharap Jokowi dapat mengikuti jejak para pendahulunya dengan lebih banyak memberikan kontribusi melalui pemikiran dan pengalaman, bukan lewat manuver politik yang terus menjadi perhatian publik.
Ia juga menyinggung adanya penolakan terhadap kunjungan Jokowi di sejumlah daerah. Menurutnya, kondisi tersebut patut menjadi bahan evaluasi agar polarisasi politik tidak semakin melebar.
Pernyataan itu merupakan pandangan pribadi Saiful Huda Ems sebagai analis politik. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Joko Widodo terkait kritik yang disampaikan tersebut. (*)

