Kaesang Bidik Dapil V Jateng, PDIP Pilih Santai: Pemilu Masih Lama

T. Budianto
4 Min Read
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keanggotaan dan Organisasi, Andreas Hugo Pareira. (Foto: Ist)

AKARMERDEKA, JAKARTA– Wacana Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah mulai memunculkan perhatian politik.

Namun, PDI Perjuangan memilih tidak buru-buru merespons manuver tersebut.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keanggotaan dan Organisasi Andreas Hugo Pareira mengatakan, partainya belum menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi kemungkinan Kaesang bertarung di Dapil V Jateng.

Menurut Hugo, kontestasi Pemilu 2029 masih cukup jauh. Karena itu, PDIP belum merasa perlu menyusun taktik politik secara khusus hanya karena munculnya nama Kaesang di salah satu dapil.

“Enggak tahu, pemilu masih lama. Pemilu masih lama,” ujar Hugo yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Hugo juga enggan berspekulasi mengenai potensi persaingan maupun strategi yang kemungkinan diterapkan partai jika Kaesang benar-benar maju dari dapil tersebut.

Ia menegaskan, perhatian internal PDIP saat ini masih diarahkan pada sejumlah agenda partai yang dinilai lebih mendesak. Dengan kata lain, nama Kaesang belum dianggap sebagai alasan bagi PDIP untuk mengubah peta politik yang sedang disusun.

Sikap serupa disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani. Ia memilih melihat rencana pencalonan Kaesang sebagai bagian dari hak setiap partai politik. “Itu hak setiap parpol untuk mengajukan setiap nama di semua dapil,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan.

Pernyataan tersebut menunjukkan PDIP tidak ingin terjebak dalam respons berlebihan terhadap langkah politik PSI. Apalagi, penentuan calon legislatif dan strategi pemenangan masing-masing partai masih memiliki proses panjang.

Sebelumnya, Kaesang Pangarep menyatakan secara terbuka niatnya untuk maju sebagai calon anggota DPR RI dari Dapil V Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Solo di Surakarta.

Semakin Menarik

Jika terealisasi, langkah Kaesang berpotensi membuat persaingan di Dapil V Jateng semakin menarik. Wilayah tersebut meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali.

Dapil V Jateng selama ini dikenal sebagai salah satu kantong politik kuat PDI Perjuangan. Di wilayah inilah Puan Maharani juga memiliki rekam jejak elektoral yang cukup kuat.

Pada Pemilu 2009, Puan meraih 242.504 suara dan berhasil mengamankan kursi DPR RI. Lima belas tahun kemudian, perolehan suaranya bahkan meningkat.

Pada Pemilu 2024, Puan mengantongi 297.366 suara sekaligus menjadi peraih suara perorangan tertinggi di Dapil V Jawa Tengah. Karena itu, masuknya nama Kaesang ke arena yang selama ini menjadi salah satu basis kuat PDIP tentu bukan sekadar perpindahan dapil biasa. Ada pertarungan elektoral yang berpotensi mempertemukan dua kekuatan politik dengan karakter berbeda.

Namun, PDIP tampaknya memilih tidak terpancing untuk membuka kartu terlalu cepat. Pernyataan “pemilu masih lama” dari Hugo bisa dibaca sebagai pesan bahwa partai tidak ingin membuang energi untuk pertarungan yang belum resmi dimulai.

Di sisi lain, bagi PSI, keputusan Kaesang membidik Dapil V Jateng juga bisa menjadi langkah untuk menguji seberapa jauh daya tarik politiknya di luar lingkaran basis PSI selama ini.

Pada akhirnya, pertarungan di Dapil V Jateng bukan hanya soal siapa yang paling populer. Mesin partai, jaringan politik, rekam jejak, kerja lapangan dan kemampuan merawat konstituen akan ikut menentukan.

Jadi, untuk sementara PDIP memilih santai. Tapi dalam politik, kalimat “pemilu masih lama” bukan berarti tidak ada yang sedang menghitung. Bisa saja justru kalkulator politiknya sudah mulai dinyalakan, hanya belum diperlihatkan ke publik. (tb)

Share This Article