AKARMERDEKA, SEMARANG– Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memperkuat dukungan terhadap pengembangan pesantren melalui pengukuhan Forum Fasilitasi Pengembangan Pesantren Kota Semarang periode 2026-2031.
Dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Halaman Balai Kota Semarang, Kamis (22/10/2026), Agustina juga memberikan apresiasi berupa hadiah perjalanan umrah kepada dua santriwati berprestasi.
Kedua santriwati tersebut adalah Nasywa Jamilah dan Nurlita Nasucha. Apresiasi diberikan sebagai bentuk penghargaan atas prestasi di bidang pendidikan, keagamaan, dan olahraga sekaligus memotivasi santri untuk terus mengembangkan potensi diri.
Nasywa merupakan santriwati Pondok Pesantren KH Sholeh Darat, Podorejo, Ngaliyan. Ia meraih peringkat terbaik pertama di Madrasah Aliyah Kejuruan Multimedia dan merupakan hafidzah 30 juz Alquran. Sementara itu, Nurlita meraih juara II Porseni Jawa Tengah di Banyumas serta juara I dalam kejuaraan nasional yang diselenggarakan di Udinus.
Agustina mengatakan, pengembangan pesantren membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar santri mampu menghadapi tantangan masa depan. “Lembaga ini akan menjadi wadah untuk bersilaturahmi satu sama lain, menyamakan gerak, kemudian menyelesaikan berbagai tantangan yang harus dihadapi santri menuju 2045,” ujarnya.
Berdasarkan Perda
Forum tersebut dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 15 Tahun 2025 tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren. Tugasnya mencakup pemberian masukan dan evaluasi program, konsultasi dengan pesantren, penyampaian rekomendasi kepada perangkat daerah, serta membantu mediasi dan advokasi.
Agustina berharap forum dapat bekerja secara berkelanjutan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan, sehingga koordinasi dan program pengembangan pesantren tetap berjalan.
Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Agustina mengapresiasi antusiasme santri yang berpartisipasi dalam berbagai pameran dan kegiatan untuk menyemarakkan peringatan tersebut.
Selain penguatan pesantren, Pemkot Semarang juga memperluas dukungan kepada penggerak keagamaan melalui pemberian bisyaroh, termasuk bagi guru agama dan marbot. Jumlah penerima meningkat dari 6.572 orang pada 2025 menjadi 9.992 orang pada 2026.
Melalui penguatan kelembagaan pesantren, apresiasi bagi santri berprestasi, dan dukungan kepada penggerak keagamaan, Pemkot Semarang berharap pesantren semakin berkembang dan mampu mencetak generasi berilmu, berakhlak, serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (tb)

