Defisit APBN 2025 Melebar, Menkeu Bilang Masih Aman

Nugroho Purbohandoyo
2 Min Read
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

AKARMERDEKA, JAKARTA – Sinyal pelebaran defisit APBN 2025 akhirnya dibuka terang-terangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui angka defisit bergerak di atas target awal.

Target semula dipatok di level 2,78 persen dari PDB. Namun dalam perjalanannya, realisasi menunjukkan tekanan yang membuat defisit melebar.

Meski begitu, Purbaya menegaskan kondisi tersebut masih dalam batas aman. Pemerintah memastikan defisit tidak menembus pagar 3 persen PDB sebagaimana diatur dalam undang-undang.

“Yang jelas kami tidak melanggar Undang-Undang maksimal 3 persen, dan kami terus komunikasi dengan DPR. Angkanya masih bergerak, kepastiannya minggu depan,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Salah satu pemicu utama pelebaran defisit datang dari sisi penerimaan pajak. Setoran pajak tercatat belum sesuai harapan dan berada di bawah target outlook 2025.

Pemerintah sebelumnya menargetkan penerimaan pajak 2025 sebesar Rp2.076,9 triliun. Namun hingga periode Januari–November, realisasinya baru menyentuh Rp1.634,4 triliun.

Angka itu setara sekitar 78,7 persen dari target yang sudah ditetapkan.

“Penerimaan pajak memang di bawah outlook, detailnya nanti akan saya sampaikan minggu depan,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan, tekanan pada pajak tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi nasional yang belum sepenuhnya stabil.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, aktivitas ekonomi dinilai masih tertahan, sehingga berdampak langsung pada basis penerimaan negara.

Di sisi lain, pemerintah juga sengaja menahan penarikan beberapa potensi pajak. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat.

Menurut Purbaya, kebijakan tersebut diperlukan agar beban tambahan tidak makin menekan warga di tengah pemulihan ekonomi yang berjalan pelan.

“Ekonomi sempat kurang bagus di beberapa bulan awal tahun. Ada beberapa upaya penarikan pajak yang saya tunda sampai kondisi ekonomi membaik,” pungkasnya. (*)

Share This Article