Dua Mantan Sekutu Kini Main Isyarat Bukan Tegur Teguran

Nugroho Purbohandoyo
2 Min Read
Prabowo Jokowi

AKAR MERDEKA, JAKARTA – Hubungan politik kadang nggak ribut tapi kerasa dingin. Publik mulai membaca gestur, bukan lagi pidato panjang.

Belakangan nama Prabowo Subianto dan Joko Widodo sering disebut dalam satu napas, tapi nuansanya berubah. Dari tandem jadi saling membaca arah.

Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal menilai situasi itu bukan kebetulan. “Prabowo pasti sudah hafal gaya politik Jokowi,” katanya.

Menurutnya, sikap Prabowo yang terlihat santai bukan tanpa alasan. Itu justru bentuk memahami pola lama.

Isu yang bikin ramai muncul dari polemik revisi UU KPK. Jokowi belakangan menyebut tak pernah menginisiasi perubahan.

Pernyataan itu memancing tafsir baru. Banyak yang menganggap ada upaya menjauh dari keputusan masa lalu.

“Mulai cuci tangan,” kata Erizal lugas. Kalimat pendek tapi langsung ramai dikutip.

Di sisi lain, Prabowo tidak memberi reaksi keras. Bahkan hampir tak ada bantahan terbuka.

Pengamat melihat itu sebagai strategi diam. Bukan berarti tak peduli.

Manuver lain juga disorot, terutama dukungan Jokowi pada Partai Solidaritas Indonesia. Aktivitasnya dinilai cukup intens.

Sementara kubu pemerintah kini lebih terkonsentrasi ke Partai Gerindra. Arah dukungan elite terlihat jelas berpindah.

Ketua Projo Budi Arie Setiadi bahkan dianggap memberi sinyal berbeda. Pilihan politiknya tak lagi identik dengan PSI.

“Kalau begitu apa yang harus dikhawatirkan?” sindir Erizal. Ia melihat tensi sebenarnya tidak setinggi yang dibayangkan.

Momen kontras juga sempat terjadi. Saat Prabowo ke luar negeri bertemu Donald Trump, Jokowi justru turun ke daerah.

Kunjungan ke Tegal disebut bagian konsolidasi politik domestik. Publik membaca itu sebagai dua agenda berbeda arah.

Situasi ini memperlihatkan relasi berubah fase. Dari satu barisan jadi dua jalur strategi.

Tak ada konflik terbuka, tapi sinyalnya banyak. Politik Indonesia sering bergerak lewat gestur.

Prabowo memilih irit komentar. Jokowi tetap aktif manuver.

Pengamat menilai keduanya sama-sama paham panggung. Karena pernah berada di lingkar kekuasaan yang sama.

Akhirnya bukan soal siapa melawan siapa. Lebih ke siapa membaca waktu lebih tepat. (*)

Share This Article