AKARMERDEKA, JEPARA – Waduh, kabar kurang sedap nih datang dari Jepara! Nasib sekitar 4.661 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di sana lagi di ujung tanduk. Gara-garanya, belanja pegawai di Jepara masih kelewat batas maksimal 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Duh, bikin deg-degan ya!
Belanja Membengkak, Aturan Jadi Momok
Jadi gini, ada aturan baru nih, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD). Nah, aturan ini yang bikin pemerintah daerah, termasuk Jepara, mesti hati-hati banget sama yang namanya belanja pegawai. Kalau sampai kebablasan, bisa berabe urusannya.
Dari data Laporan Kinerja Pertanggungjawaban Daerah (LKPJ) tahun 2025, belanja pegawai Pemerintah Kabupaten Jepara itu udah nyampe 44,35 persen, atau sekitar Rp 1,142 triliun! Gila, gede banget kan? Nah, proyeksi buat tahun 2027 juga nggak main-main, angkanya diperkirakan masih di kisaran 38 persen. Jauh banget dari batas maksimal 30 persen yang disyaratkan.
Tekanan Anggaran Makin Nendang
Ketua Komisi D DPRD Jepara, Andi Rokhmat, sampai geleng-geleng kepala lihat kondisi ini. “Tekanan terhadap anggaran semakin meningkat akibat penurunan dana transfer ke daerah (TKD) serta kenaikan beban belanja pegawai,” katanya dikutip dari RMOLJateng. Jadi, selain dana dari pusat yang makin dikit, beban buat gaji pegawai malah makin gede.
Apalagi, kebutuhan anggaran buat gaji PPPK di Jepara diperkirakan bakal tembus Rp 268 miliar di tahun 2027. Ini nih yang jadi biang kerok utama kenapa porsi belanja pegawai jadi membengkak.
Opsi Sulit: Potong TPP atau Cari Jalan Lain?
Pemerintah daerah Jepara sekarang lagi pusing tujuh keliling mikirin cara biar belanja pegawainya nggak jebol. Ada beberapa opsi sih, misalnya ngurangin Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) atau cari cara lain buat nutupin kekurangan dana.
Tapi, DPRD Jepara punya pandangan lain. Mereka khawatir kalau TPP dikurangin, malah bisa ngaruh ke kinerja para pegawai dan pelayanan publik ke masyarakat. Kan sayang banget kalau udah susah payah ngabdi, eh malah kinerjanya menurun gara-gara TPP dipotong.
Harapan Baru: Pusat Bantu Gaji PPPK?
Nah, sebagai jalan tengah, DPRD Jepara punya usulan yang lumayan berani nih: minta pemerintah pusat buat ambil alih pembiayaan gaji PPPK lewat APBN. Usulan ini rencananya bakal diterusin lewat gubernur ke Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN-RB, dan Kementerian Keuangan.
Kalau usulan ini disetujuin, wah, beban APBD Jepara bisa berkurang drastis tanpa harus motong hak-hak para pegawai. Semoga aja usulan ini didenger ya, biar nasib 4.661 PPPK di Jepara nggak lagi terancam PHK. Kita doakan yang terbaik buat mereka! (*)

