AKARMERDEKA, JAKARTA– Di tengah ekonomi digital yang makin bergantung pada data dan konektivitas, keamanan siber bukan lagi urusan teknis di belakang layar. Ia sudah menjadi bagian dari modal bisnis. Sekali sistem terganggu, bukan hanya layanan yang tersendat, tetapi kepercayaan pelanggan dan keberlanjutan bisnis ikut dipertaruhkan.
Konteks inilah yang mengiringi capaian PLN Icon Plus yang meraih penghargaan dalam Indonesia Cyber Security Summit 2026-Financial Services Edition yang digelar Warta Ekonomi Group di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen dan kemampuan PLN Icon Plus dalam memperkuat keamanan layanan sekaligus menghadapi berbagai risiko siber yang semakin kompleks di tengah percepatan transformasi digital.
Sebagai Subholding Beyond kWh PLN Group yang bergerak di sektor teknologi informasi dan komunikasi (ICT), konektivitas serta solusi digital, PLN Icon Plus memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekosistem digital PLN.
Posisi tersebut membuat aspek keamanan menjadi bagian penting dari ekspansi bisnis digital perusahaan. Semakin banyak layanan yang terhubung, semakin besar pula kebutuhan terhadap sistem yang aman, stabil dan mampu menjaga data serta aktivitas digital.
Indonesia Cyber Security Summit 2026 mengusung tema “Securing Indonesia’s Financial Digital Future”. Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan yang membahas tantangan keamanan di tengah pertumbuhan layanan keuangan dan ekonomi digital.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Dian Ediana Rae dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata BSSN Edit Prima.
PLN Icon Plus dalam kegiatan tersebut diwakili Manager Arsitektur, Standardisasi dan Keamanan Teknologi Informasi, Fikri Wirawan. Bagi PLN Icon Plus, penghargaan tersebut menjadi penegasan bahwa pengembangan teknologi tidak bisa dilepaskan dari investasi pada keamanan.
Perusahaan memperkuat tiga aspek sekaligus, yakni teknologi, kompetensi sumber daya manusia, serta proses dan tata kelola keamanan. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga keandalan layanan sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap data dan aktivitas digital.
Secara bisnis, pendekatan ini menjadi semakin penting karena gangguan keamanan siber dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih besar dibanding sekadar persoalan sistem. Gangguan layanan bisa berujung pada hilangnya produktivitas, terganggunya transaksi, hingga menurunnya tingkat kepercayaan pengguna.
Membangun Fondasi
Direktur Utama PLN Icon Plus Chipta Perdana mengatakan keamanan siber merupakan fondasi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan terpercaya.
“Kami ingin memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan penguatan keamanan. Bagi kami, cybersecurity bukan sekadar perlindungan sistem, tetapi bagian dari upaya membangun kepercayaan dan menjaga keberlanjutan layanan digital,” ujar Chipta.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keamanan siber kini ditempatkan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Bagi perusahaan yang bergerak di bidang konektivitas dan solusi digital, kepercayaan pelanggan menjadi aset yang sama pentingnya dengan infrastruktur teknologi.
Semakin luas layanan digital yang dikembangkan, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan pelanggan merasa aman ketika menggunakan layanan tersebut.
Penguatan kapabilitas keamanan juga mendukung kebutuhan PLN Group dalam memperluas pemanfaatan teknologi, konektivitas dan berbagai solusi digital. Dengan fondasi keamanan yang kuat, ekspansi ekosistem digital dapat terus dilakukan tanpa mengesampingkan aspek perlindungan layanan dan pengguna.
Perkembangan ekonomi digital membuat perusahaan dituntut bergerak cepat. Namun, kecepatan tersebut harus dibarengi kemampuan mengelola risiko. PLN Icon Plus pun menyatakan akan terus meningkatkan kesiapan teknologi dan sumber daya manusia untuk menghadirkan layanan digital yang aman, andal serta relevan dengan kebutuhan pelanggan. Penghargaan dalam Indonesia Cyber Security Summit 2026 menjadi salah satu pengakuan terhadap upaya tersebut.
Pada akhirnya, dalam ekonomi yang semakin terkoneksi, keamanan siber bukan lagi sekadar biaya untuk mengamankan server. Ia adalah investasi untuk menjaga kepercayaan, mempertahankan layanan, dan memastikan bisnis digital tetap bisa tumbuh.
Sebab di era ketika satu gangguan sistem bisa ikut mengganggu roda ekonomi, bisnis boleh melaju sekencang mungkin, tetapi fondasi keamanannya tidak boleh ketinggalan. (*)

