Ketua MPR RI Muzani Sambut Nakhoda Baru PBNU

Miftachul Akhyar kembali dipercaya menduduki posisi Rais Aam PBNU. Sementara Gus Kikin mendapat mandat sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode lima tahun ke depan.

Nugroho Purbohandoyo
3 Min Read
Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

AKARMERDEKA, JAKARTA – Ketua MPR RI Ahmad Muzani ikut angkat bicara soal hasil Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur. Ia menyampaikan apresiasi setelah forum tersebut menetapkan KH Miftachul Akhyar dan Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin untuk memimpin PBNU periode 2026-2031.

Miftachul Akhyar kembali dipercaya menduduki posisi Rais Aam PBNU. Sementara Gus Kikin mendapat mandat sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode lima tahun ke depan.

Muzani menilai proses muktamar berjalan dengan suasana yang kondusif. Ia berharap kepemimpinan baru tersebut bisa membawa NU terus berkontribusi dalam kehidupan kebangsaan, termasuk menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat.

Muktamar Disebut Berjalan Akrab

Muzani mengatakan dirinya bersyukur Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung dengan lancar. Ia menilai forum tersebut berjalan dalam suasana kekeluargaan dan penuh keakraban hingga menghasilkan kepemimpinan baru.

“Kami bersyukur Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Jombang berlangsung sukses, penuh kekeluargaan, penuh keakraban, dan telah menghasilkan pemimpin baru Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin,” kata Muzani kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurut Muzani, NU punya posisi penting dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia berharap kepemimpinan Miftachul Akhyar dan Gus Kikin bisa semakin memperkuat peran tersebut.

“Kami berharap organisasi ini akan tetap memberikan kontribusi yang besar bagi masa depan pembangunan Indonesia, bagi kerukunan, bagi persatuan, bagi persaudaraan, dan bagi harmoni serta kerukunan dalam beragama,” ujarnya.

Bantah Isu ‘Paket Istana’

Di tengah hasil Muktamar NU, sempat beredar isu bahwa terpilihnya Miftachul Akhyar dan Gus Kikin merupakan bagian dari apa yang disebut sebagai “paket istana”.

Muzani menepis kabar tersebut. Ia mengatakan isu tersebut tidak sesuai dengan apa yang ia lihat terkait proses pemilihan dalam Muktamar NU.

“Itu berseliweran, tapi saya tidak melihat adanya isu itu,” kata Muzani.

Ia kembali menyampaikan ucapan selamat kepada Miftachul Akhyar dan Gus Kikin atas amanah baru yang diterima dalam kepemimpinan PBNU.

Muzani berharap keduanya mampu membawa organisasi tersebut semakin aktif memberikan kontribusi bagi masyarakat dan negara.

NU Dinilai Punya Peran Besar

Menurut Muzani, kontribusi NU selama ini sudah cukup besar dalam kehidupan sosial, keagamaan, hingga kebangsaan. Karena itu, ia optimistis peran tersebut dapat semakin kuat di bawah kepemimpinan baru.

“Selama ini NU memberikan kontribusi yang sangat besar, dan kami yakin di bawah kedua beliau, NU akan memberikan kontribusi yang lebih besar lagi,” tutup Muzani.

Dengan terpilihnya Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum, PBNU kini memasuki periode kepemimpinan baru 2026-2031.

Muzani berharap kepemimpinan tersebut bisa menjaga semangat persaudaraan sekaligus memperkuat peran NU dalam merawat persatuan dan kerukunan di Indonesia. (*)

Share This Article