AKARMERDEKA, JAKARTA – Penempatan kursi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tak lagi berdampingan dalam Sidang Kabinet Paripurna sempat memicu beragam spekulasi. Menanggapi hal itu, pihak Istana memastikan perubahan tersebut murni karena kebutuhan teknis.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada makna politik di balik susunan kursi dalam sidang kabinet yang digelar di Istana Negara, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, Presiden Prabowo sengaja ditempatkan di posisi tengah karena harus menyampaikan evaluasi berbagai program prioritas pemerintah yang didukung tampilan data melalui teleprompter.
Dengan posisi itu, penyampaian materi dinilai lebih mudah terlihat oleh seluruh peserta sidang sekaligus mendukung jalannya presentasi.
Sementara itu, Wakil Presiden Gibran ditempatkan di sisi kanan bersama jajaran menteri dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Prasetyo meminta publik tidak menarik kesimpulan berlebihan hanya karena perubahan posisi tempat duduk dalam forum resmi tersebut.
Ia menegaskan susunan kursi dibuat berdasarkan kebutuhan teknis pelaksanaan sidang, bukan karena adanya persoalan hubungan antara Presiden dan Wakil Presiden.
Menurut Prasetyo, pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini tetap berjalan solid dan seluruh anggota kabinet masih fokus menjalankan program-program prioritas nasional.
Ia juga membantah anggapan bahwa posisi duduk Gibran mencerminkan adanya perubahan relasi atau tingkat kewenangan di dalam pemerintahan.
Pemerintah, kata dia, sedang berkonsentrasi menyelesaikan berbagai agenda kerja yang telah ditetapkan Presiden demi kepentingan masyarakat.
Susunan kursi dalam sidang kabinet kali ini memang menjadi perhatian karena berbeda dibanding pertemuan serupa pada Maret 2026.
Saat itu, Gibran duduk berdampingan dengan Prabowo di bagian depan ruang sidang sebagaimana lazim terlihat dalam rapat kabinet sebelumnya.
Perubahan posisi pada sidang terbaru memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik hingga akhirnya dijelaskan langsung oleh pihak Istana.
Prasetyo kembali menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir ataupun mengaitkan perubahan tata letak kursi dengan isu keretakan hubungan di lingkaran pemerintahan.
Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini tetap pada pelaksanaan program kerja, evaluasi kinerja kementerian, serta percepatan berbagai prioritas nasional yang telah ditetapkan Presiden. (*)

