AKARMERDEKA, JAKARTA – Pemandangan pagar tinggi yang belakangan bermunculan di sejumlah pusat perbelanjaan Jakarta mulai jadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai keberadaan pagar yang terlalu menjulang justru memberi kesan ibu kota sedang tidak aman.
Karena itu, Pemprov DKI berencana menata kembali pagar-pagar tersebut. Pramono mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk membahas langkah penertibannya.
Menurutnya, Jakarta seharusnya mampu menghadirkan rasa aman tanpa harus dipenuhi pagar tinggi di kawasan bisnis maupun pusat perbelanjaan.
Ia khawatir keberadaan pagar yang berlebihan bisa membentuk persepsi negatif di mata masyarakat maupun wisatawan. Padahal, pemerintah ingin membangun citra Jakarta sebagai kota yang nyaman dan terbuka.
Pramono mengakui belum ada aturan khusus yang secara tegas melarang pengelola mal memasang pagar. Meski begitu, bukan berarti pemasangannya bisa dilakukan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap ruang publik.
Baginya, pagar yang terlalu tinggi bukan hanya mengganggu pemandangan kota, tetapi juga mengurangi kenyamanan masyarakat saat beraktivitas.
Karena itu, Pemprov DKI akan mengajak para pengelola pusat perbelanjaan berdiskusi agar pagar yang dianggap tidak perlu bisa dibongkar secara bertahap.
Langkah tersebut juga akan dibarengi koordinasi dengan aparat keamanan. Tujuannya agar rasa aman tetap terjaga tanpa harus mengandalkan pembatas fisik yang berlebihan.
Pramono menegaskan keamanan kota seharusnya dibangun lewat sistem yang baik, bukan dengan menutup ruang publik menggunakan pagar tinggi.
Ia berharap pelaku usaha, termasuk pengelola mal, gedung perkantoran, dan kawasan komersial lainnya, tidak merasa perlu memasang pagar berlebihan demi menjaga aset mereka.
Sebagai alternatif, Pramono mendorong kawasan komersial lebih banyak menghadirkan ruang hijau. Menurutnya, pepohonan dan taman akan membuat wajah Jakarta terlihat lebih asri sekaligus ramah bagi masyarakat.
Ia juga mengusulkan agar area antargedung atau antarmal yang bersebelahan dibuat lebih terbuka. Dengan begitu, konektivitas kawasan menjadi lebih baik dan warga bisa bergerak lebih nyaman.
Pemprov DKI berharap penataan ini tak hanya mempercantik wajah ibu kota, tetapi juga memperkuat kesan bahwa Jakarta merupakan kota yang aman, nyaman, modern, dan terbuka bagi semua orang. (*)

