AKARMERDEKA, MAGELANG– Batik bukan cuma soal kain bermotif cantik. Di balik setiap tarikan canting dan tetesan malam, ada aktivitas ekonomi yang menghidupi pelaku usaha lokal sekaligus menjaga keterampilan turun-temurun.
Potensi inilah yang ikut dilirik PLN Icon Plus melalui kunjungan ke Kerajinan Batik Tulis Tingal Art di kawasan Borobudur, Magelang.
Kunjungan yang berlangsung pada Jumat, (7/8/2026) tersebut menjadi momentum bagi PLN Icon Plus untuk mengenal lebih dekat aktivitas usaha batik lokal sekaligus memberikan dukungan terhadap keberlangsungan UMKM yang bergerak di sektor kerajinan berbasis budaya.
Tak sekadar melihat proses produksi, rombongan PLN Icon Plus juga ikut mencoba membatik menggunakan canting dan malam. Direktur Niaga dan Pemasaran PLN Icon Plus, Joice Lanny Wantania, bahkan turun langsung membuat karya batik.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa produk batik memiliki proses produksi yang tidak instan. Dibutuhkan ketelitian, keterampilan, kesabaran, sekaligus waktu untuk menghasilkan satu karya yang memiliki nilai ekonomi.
“Batik bukan hanya tentang hasil akhirnya, tetapi ada proses dan keterampilan yang harus dipelajari untuk menghasilkan sebuah karya. Kami senang bisa datang, belajar, dan mencoba langsung membatik di Tingal Art,” ujar Joice.
Menurut dia, dukungan terhadap UMKM tidak selalu harus berbentuk program besar. Mengenal produk lokal dan membeli hasil produksinya juga menjadi salah satu cara sederhana untuk ikut menjaga roda ekonomi pelaku usaha.
Dalam kunjungan tersebut, PLN Icon Plus juga membeli sejumlah produk batik yang dihasilkan Tingal Art. Langkah ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan langsung terhadap aktivitas ekonomi pelaku usaha lokal.
Joice menilai interaksi langsung dengan pelaku UMKM memberikan perspektif berbeda mengenai potensi ekonomi daerah. Produk berbasis budaya seperti batik, menurutnya, memiliki peluang untuk terus dikembangkan karena tidak hanya menawarkan barang, tetapi juga pengalaman dan cerita di balik pembuatannya.
Beri Manfaat
Dukungan serupa disampaikan Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra. Menurutnya, kehadiran perusahaan di suatu wilayah idealnya juga memberikan manfaat bagi lingkungan ekonomi di sekitarnya.
“Kami ingin kehadiran PLN Icon Plus juga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Kunjungan ke Tingal Art menjadi kesempatan bagi kami untuk mengenal lebih dekat proses usaha mereka sekaligus memberikan dukungan melalui pembelian produk,” kata Leandra.
Bagi Tingal Art, keberadaan ruang untuk mengenalkan proses membatik juga membuka peluang ekonomi lain. Masyarakat dan wisatawan tidak hanya datang untuk membeli batik, tetapi dapat melihat bahkan mencoba langsung proses pembuatannya.
Model seperti ini membuat batik memiliki nilai tambah. Produk kerajinan tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi berkembang menjadi bagian dari pengalaman wisata dan edukasi di kawasan Borobudur.
Di tengah persaingan produk kreatif yang semakin ketat, pendekatan tersebut menjadi penting. UMKM lokal membutuhkan pasar, sementara wisatawan membutuhkan pengalaman yang berkesan. Batik dapat menjadi titik temu keduanya.
Kunjungan PLN Icon Plus ke Tingal Art pun menunjukkan bahwa dukungan terhadap ekonomi lokal bisa dimulai dari langkah yang sederhana. Datang, mengenal proses produksi, mengapresiasi keterampilan, kemudian membeli produk yang dihasilkan.
Sebab, bagi UMKM, satu transaksi mungkin terlihat kecil. Namun jika dilakukan berulang oleh banyak orang, dampaknya bisa menjadi bagian dari mesin ekonomi yang membuat usaha lokal terus hidup. (*)
