Sejarah Bung Karno Jadi “Napas” Perayaan PDIP

T. Budianto
3 Min Read
PAMERAN SEJARAH: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah) didampingi jajaran pengurus DPP PDI Perjuangan meninjau pameran dokumentasi sejarah bertajuk "Jejak Merdeka Putra Sang Fajar”. (Foto: Ist)

AKARMERDEKA,JAKARTA- Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan PDI Perjuangan tak sekadar menjadi seremoni pengibaran bendera.

Di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Senin (17/8/2026), Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri membawa momentum kemerdekaan sekaligus menghidupkan kembali ingatan sejarah perjuangan bangsa.

Megawati memimpin langsung upacara pengibaran bendera Merah Putih di halaman Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDI Perjuangan. Sebelum upacara dimulai, ia terlebih dahulu meninjau pameran sejarah bertajuk “Jejak Merdeka Putra Sang Fajar” yang digelar di aula masjid tersebut.

Pameran itu menampilkan sejumlah arsip dan dokumen sejarah, mulai dari detik-detik Proklamasi Kemerdekaan, perjalanan Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno, hingga perpindahan pusat pemerintahan Indonesia ke Yogyakarta pada 4 Januari 1946.

Kepala Badan Sejarah Indonesia DPP PDI Perjuangan, Bonnie Triyana mendampingi Megawati sekaligus memberikan penjelasan mengenai berbagai koleksi yang dipamerkan.

Potongan berita, surat, poster, foto, hingga lukisan sejarah disusun untuk menggambarkan sejumlah fase penting dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah peristiwa pertempuran 27 Oktober 1945 di Surabaya yang menjadi bagian dari rangkaian perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Megawati tiba di lokasi sekitar pukul 08.55 WIB. Mengenakan busana bernuansa merah, ia didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Puti Guntur Soekarno. Kedatangannya disambut Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama jajaran pengurus partai, termasuk Ahmad Basarah dan Romy Soekarno.

Usai meninjau pameran, Megawati menuju pelataran Masjid At-Taufiq. Upacara dimulai pukul 09.00 WIB dengan Cornelius Anton bertindak sebagai komandan upacara.

Rayakan Kemerdekaan

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, kehadiran Megawati dalam upacara tersebut menjadi bagian dari upaya merayakan kemerdekaan bersama seluruh elemen partai.

Peserta berasal dari berbagai tingkatan, mulai dari pengurus partai, badan, sayap partai hingga satuan tugas. “Ini menjadi momentum untuk bersama-sama merayakan kemerdekaan,” kata Hasto.

Wakil Sekjen Bidang Kesekretariatan PDIP Yoseph Aryo Adhi Dharmo menambahkan, peserta upacara di antaranya berasal dari jajaran pengurus inti DPD dan DPC PDI Perjuangan DKI Jakarta. Masyarakat juga diberi kesempatan mengikuti rangkaian upacara melalui siaran langsung di berbagai platform media sosial resmi PDI Perjuangan.

Tak berhenti pada seremoni politik dan sejarah, perayaan HUT ke-81 RI di Sekolah Partai juga diisi dengan berbagai perlombaan khas 17 Agustus. Balap karung, makan kerupuk hingga panjat pinang ikut memeriahkan suasana.

Partai bahkan mengundang warga sekitar Lenteng Agung untuk hadir dan ikut merasakan kemeriahan perayaan tersebut. Di tengah peringatan kemerdekaan yang sarat simbol politik, langkah PDIP menghadirkan pameran sejarah Bung Karno juga menunjukkan bagaimana sejarah tetap menjadi bagian penting dari identitas partai. Namun, merawat sejarah tentu bukan sekadar mengulang nama dan peristiwa masa lalu.

Tantangannya justru bagaimana nilai-nilai kemerdekaan itu diterjemahkan dalam politik hari ini: memperjuangkan kepentingan rakyat, menjaga demokrasi, dan memastikan kekuasaan tidak berhenti pada seremoni.

Sebab, bendera bisa dikibarkan setiap tahun. Tetapi makna kemerdekaan akan terus diuji melalui tindakan para pemegang kekuasaan dan mereka yang mengaku memperjuangkan rakyat. (*)

Share This Article