AKARMERDEKA, PURWOKERTO– Kabel fiber optik, perangkat jaringan hingga sistem telekomunikasi mungkin terdengar rumit bagi sebagian siswa. Namun, 20 siswa SLB B Yakut Purwokerto justru diajak mengenal teknologi tersebut lewat praktik langsung.
Kegiatan itu menjadi bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BERDAYA (Belajar, Berkarya, dan Berdaya Bersama PLN Icon Plus) yang digelar PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Rabu, (5/8/2026).
Tak hanya duduk mendengarkan materi, para siswa mendapat kesempatan mengamati dan mencoba secara langsung berbagai perangkat yang berkaitan dengan jaringan telekomunikasi dan fiber optik.
Pendekatan praktik tersebut membuat pembelajaran terasa lebih dekat. Siswa tidak hanya mengetahui bahwa internet dan konektivitas digunakan setiap hari, tetapi juga mulai memahami bahwa di balik layanan tersebut terdapat perangkat, sistem, serta tenaga kerja yang menjalankan prosesnya.
Dengan pendampingan insan PLN Icon Plus, siswa diperkenalkan secara bertahap pada perangkat dan proses dasar pekerjaan jaringan. Mereka juga diajak mengikuti instruksi, bekerja secara teliti, serta berani mencoba.
Bagi siswa, pengalaman tersebut bukan sekadar kegiatan tambahan di luar pembelajaran. Mereka mendapatkan gambaran mengenai dunia kerja yang selama ini mungkin hanya dikenal dari cerita atau teori.
Kepala Sekolah SLB B Yakut Purwokerto, Wiwi Kusmiyati, mengatakan kegiatan praktik memberikan pengalaman berbeda bagi siswa. Menurutnya, kesempatan berinteraksi langsung dengan dunia industri dapat memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri anak.
“Anak-anak terlihat antusias karena mendapatkan pengalaman berbeda dari pembelajaran sehari-hari. Mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga bisa melihat dan mencoba secara langsung. Pengalaman seperti ini sangat berarti untuk menambah wawasan dan kepercayaan diri siswa,” ujarnya.
Pengalaman Langsung
Sementara itu, Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, mengatakan pengenalan teknologi akan lebih mudah dipahami ketika siswa mendapatkan pengalaman secara langsung.
“Kami ingin siswa tidak hanya mengetahui bahwa teknologi telekomunikasi ada di sekitar mereka, tetapi juga memahami bagaimana teknologi tersebut bekerja. Ketika mereka melihat dan mencoba secara langsung, proses belajar menjadi lebih nyata,” katanya.
Menurut dia, pengalaman sederhana tersebut diharapkan dapat memunculkan rasa ingin tahu dan keberanian siswa untuk terus mengembangkan kemampuan.
Program BERDAYA juga menjadi bagian dari upaya PLN Icon Plus memperkenalkan dunia industri kepada peserta didik sejak bangku sekolah. Langkah tersebut dinilai relevan karena perkembangan teknologi digital ikut mengubah kebutuhan kompetensi di dunia kerja.
Pengenalan teknologi sejak dini dapat membantu siswa memahami bahwa sektor telekomunikasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan internet, tetapi juga memiliki berbagai pekerjaan yang membutuhkan keterampilan teknis, ketelitian, komunikasi dan kemampuan bekerja sama.
Bagi siswa SLB B Yakut Purwokerto, pengalaman memegang dan mengenali perangkat jaringan menjadi pintu masuk untuk melihat teknologi dari sisi yang berbeda.
Mereka bukan lagi sekadar pengguna teknologi, tetapi mulai diajak memahami apa yang berada di balik koneksi internet yang setiap hari digunakan. Dari sebuah praktik sederhana, wawasan tentang dunia industri mulai terbuka. Dan dari sana, kesempatan untuk mengenali potensi diri pun ikut tumbuh.
Sebab, teknologi bukan hanya sesuatu yang dipakai setiap hari. Ia juga bisa menjadi pengetahuan, keterampilan, bahkan jalan menuju dunia kerja bagi siapa saja yang mendapat kesempatan untuk mempelajarinya. (*)

