Investasi Talenta dari Sekolah, PLN Icon Plus Kenalkan Magang Industri bagi Siswa SLB Purwokerto

T. Budianto
5 Min Read
TJSL BERDAYA: Siswa, guru, dan tim PLN Icon Plus berfoto bersama dalam pelaksanaan Program TJSL BERDAYA di SLB B Yakut Purwokerto. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan teknologi, dunia industri, serta membuka ruang pengembangan keterampilan bagi siswa penyandang disabilitas. (Foto: Ist)

AKARMERDEKA, PURWOKERTO– Dunia kerja tak harus baru dikenalkan setelah siswa lulus sekolah. Justru semakin awal mengenal lingkungan industri, semakin banyak waktu yang dimiliki untuk membangun keterampilan dan kepercayaan diri.

Semangat itu dibawa PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BERDAYA (Belajar, Berkarya, dan Berdaya Bersama PLN Icon Plus) di SLB B Yakut Purwokerto, Rabu (5/8/2026).

Sebanyak 20 siswa jenjang SMA menjadi penerima manfaat program. Setelah diajak mengenal teknologi telekomunikasi dan praktik dasar jaringan, siswa diperkenalkan dengan program magang industri sebagai salah satu cara mengenal dunia kerja secara lebih nyata.

Magang diperkenalkan bukan sekadar sebagai kegiatan tambahan sekolah. Siswa diajak memahami bahwa pengalaman di lingkungan kerja dapat menjadi bekal untuk membangun disiplin, tanggung jawab, komunikasi, kemampuan bekerja dalam tim hingga keterampilan teknis.

Konsep tersebut sekaligus mempertemukan dua dunia yang selama ini kerap berjalan terpisah, yakni pendidikan dan industri. Sekolah menjadi tempat siswa membangun pengetahuan dan keterampilan dasar. Sementara pengalaman industri dapat menjadi ruang untuk mengetahui bagaimana kemampuan tersebut digunakan dalam pekerjaan sehari-hari.

Bagi siswa SLB B Yakut Purwokerto, pengenalan tersebut juga membuka perspektif mengenai pilihan setelah menyelesaikan pendidikan. Dunia kerja tidak lagi dipandang sebagai ruang yang sepenuhnya jauh, tetapi sesuatu yang dapat dikenali dan dipersiapkan secara bertahap.

Kepala Sekolah SLB B Yakut Purwokerto, Wiwi Kusmiyati mengatakan, kesempatan mengenal industri memberikan pengalaman penting bagi siswa dalam membangun gambaran tentang kehidupan setelah sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada anak-anak untuk mengenal dunia industri secara lebih dekat. Dengan adanya pengenalan dan kesempatan belajar melalui lingkungan industri, anak-anak memiliki gambaran bahwa mereka juga bisa mempersiapkan diri, belajar bekerja, dan mengembangkan kemampuan yang mereka miliki,” ujarnya.

Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra mengatakan, pembukaan akses terhadap pengalaman industri merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas ruang tumbuh bagi generasi muda.

“Kami ingin Program BERDAYA tidak berhenti pada pengenalan teknologi. Siswa perlu mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai dunia kerja dan memiliki kesempatan mengenal lingkungan industri secara langsung,” katanya.

Menurut Leandra, pengalaman magang dapat membantu siswa membangun kesiapan dari sisi keterampilan sekaligus kepercayaan diri.

“Kami percaya setiap siswa memiliki potensi. Yang perlu kita lakukan adalah memberikan ruang dan kesempatan agar potensi tersebut dapat berkembang,” ujarnya.

Investasi SDM

Dari perspektif industri, pengenalan dunia kerja sejak sekolah juga menjadi bagian dari investasi sumber daya manusia. Perubahan teknologi yang semakin cepat membuat kebutuhan tenaga kerja ikut berkembang. Karena itu, kesiapan tidak cukup hanya dibangun ketika seseorang sudah memasuki usia kerja.

Pengenalan industri sejak bangku sekolah dapat membantu siswa mengetahui kompetensi yang dibutuhkan, mengenali minat dan kemampuan, sekaligus memiliki waktu untuk mengembangkan keterampilan yang relevan.

Program BERDAYA juga menjadi bagian dari upaya PLN Icon Plus membangun ekosistem pembelajaran yang lebih inklusif. Kesempatan mengenal dunia kerja tidak hanya diberikan kepada siswa yang memiliki akses luas terhadap industri, tetapi juga kepada peserta didik penyandang disabilitas.

Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan transformasi digital perlu berjalan beriringan dengan perluasan kesempatan bagi sumber daya manusia.

“Transformasi tidak akan memiliki arti yang utuh jika manfaat dan kesempatan dari perkembangan teknologi hanya dirasakan sebagian orang. Kami ingin terus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal teknologi sekaligus memahami peluang yang hadir di baliknya,” katanya.

Menurut dia, pengenalan dunia industri merupakan bagian dari upaya memastikan transformasi digital berlangsung secara inklusif. “Melalui Program BERDAYA dan pengenalan dunia industri, kami berharap para siswa memiliki keyakinan bahwa mereka juga dapat belajar, bekerja, dan berkarya sesuai dengan potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Bagi siswa SLB B Yakut Purwokerto, pengalaman tersebut bukan sekadar tentang mengenal pekerjaan. Mereka belajar bahwa kemampuan teknis harus berjalan bersama kedisiplinan, komunikasi, tanggung jawab dan keberanian untuk mencoba.

Sementara bagi dunia industri, membuka akses pembelajaran bagi siswa menjadi bagian dari membangun talenta untuk jangka panjang. Sebab, investasi sumber daya manusia memang tidak selalu terlihat hasilnya hari ini. Namun, dari ruang kelas, pengalaman praktik, hingga kesempatan mengenal dunia kerja, calon-calon talenta bisa mulai disiapkan.

Dan kalau dunia industri ingin punya tenaga kerja yang siap menghadapi masa depan, mungkin investasi paling awal memang bukan mencari orang yang sudah jadi, tetapi membantu mereka menemukan potensi sejak masih belajar.  (*)

Share This Article