Projo Luruskan Video Budi Arie yang Bikin Gaduh

Video tersebut sebelumnya ramai karena memunculkan spekulasi soal kemungkinan perubahan atau percepatan suksesi kepemimpinan nasional sebelum Pemilu 2029. Potongan pernyataan itu pun langsung memicu beragam tafsir di tengah situasi politik yang sedang ramai.

Nugroho Purbohandoyo
3 Min Read
Logo Projo.

AKARMERDEKA, JAKARTA – Polemik soal video Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi akhirnya mendapat penjelasan dari internal organisasi. Projo menyebut potongan video yang beredar di media sosial tidak bisa dijadikan gambaran utuh mengenai maksud pembicaraan Budi Arie.

Video tersebut sebelumnya ramai karena memunculkan spekulasi soal kemungkinan perubahan atau percepatan suksesi kepemimpinan nasional sebelum Pemilu 2029. Potongan pernyataan itu pun langsung memicu beragam tafsir di tengah situasi politik yang sedang ramai.

DPP Projo kemudian turun tangan memberikan klarifikasi. Sekretaris Jenderal DPP Projo Fredi Alex Damanik menegaskan bahwa video yang viral merupakan potongan dari pembicaraan yang lebih panjang dan konteksnya adalah membahas berbagai kemungkinan.

“Video tersebut bukan merupakan video utuh, tetapi sebenarnya sedang memaparkan berbagai kemungkinan,” tegas Fredi dalam video klarifikasi, Selasa (25/8/2026).

Video Viral Disebut Tak Utuh

Fredi menjelaskan, pertemuan yang dihadiri Budi Arie bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut sebenarnya merupakan agenda silaturahmi internal. Pertemuan itu digelar bersama para relawan dalam rangka momentum HUT Kemerdekaan RI.

Dalam forum tersebut, kata Fredi, ada diskusi singkat mengenai kondisi kebangsaan. Para relawan menyampaikan berbagai pandangan sekaligus memetakan sejumlah persoalan yang sedang dihadapi Indonesia.

Jadi, menurut Projo, pernyataan Budi Arie tidak berdiri sendiri seperti yang terlihat dalam potongan video yang beredar. Ada konteks pembicaraan yang lebih panjang sebelum dan sesudah bagian yang kemudian viral di media sosial.

“Hal ini disampaikan oleh para relawan kepada Pak Jokowi dengan harapan beliau berkenan menyampaikan kepada Presiden Prabowo untuk perbaikan bangsa ke depannya,” jelas Fredi.

Relawan Diminta Tetap Tenang

Fredi juga menepis anggapan bahwa pertemuan tersebut menjadi sinyal adanya keretakan hubungan antara Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto. Ia justru menegaskan komunikasi antara kedua tokoh tersebut masih berjalan baik.

Menurut Fredi, hubungan Jokowi dan Prabowo hingga kini tetap erat dan akrab. Tidak ada pesan yang menunjukkan masyarakat perlu khawatir terhadap kondisi politik nasional.

Dalam pertemuan itu, Jokowi juga disebut meminta para relawan tetap tenang dan tidak gampang terbawa suasana. Kondisi nasional, menurutnya, masih berjalan dengan baik.

“Pak Jokowi menyampaikan agar semua tetap tenang. Situasi baik-baik saja, ekonomi masih tumbuh baik, inflasi terkendali, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan,” kata Fredi.

Projo Minta Polemik Tak Melebar

Dengan klarifikasi tersebut, Projo berharap publik tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video. Apalagi, potongan pernyataan yang beredar bisa kehilangan konteks ketika dipisahkan dari keseluruhan pembicaraan.

Projo menilai forum tersebut lebih banyak membahas pemetaan situasi kebangsaan dan masukan dari relawan. Masukan itu kemudian diharapkan dapat menjadi bahan komunikasi kepada pemerintah untuk perbaikan ke depan.

Polemik yang telanjur ramai di media sosial pun diharapkan tidak berkembang menjadi spekulasi politik yang terlalu jauh. Projo menegaskan bahwa pesan utama dari pertemuan tersebut justru agar semua pihak tetap tenang dan menyikapi dinamika politik dengan kepala dingin. (*)

Share This Article