Amran Ngamuk, 13 Pejabat Kementan Dicopot karena Main Judol

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali melakukan penertiban di internal Kementerian Pertanian (Kementan). Kali ini, 13 pejabat eselon harus kehilangan jabatannya setelah kedapatan terlibat judi online atau judol.

Nugroho Purbohandoyo
3 Min Read
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

BACAAJA, JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali melakukan penertiban di internal Kementerian Pertanian (Kementan). Kali ini, 13 pejabat eselon harus kehilangan jabatannya setelah kedapatan terlibat judi online atau judol.

Keputusan tersebut diambil setelah laporan internal soal aktivitas judol para pejabat diverifikasi. Dari hasil pengecekan, ditemukan jejak transaksi dengan nilai deposit yang disebut hampir mencapai Rp200 juta untuk masing-masing orang.

Amran menegaskan tidak ada ruang bagi perilaku tersebut di lingkungan Kementan. Ia meminta proses pergantian pejabat segera dilakukan supaya pekerjaan kementerian tetap berjalan tanpa terganggu.

Keputusan pencopotan itu dibahas dalam rapat pada Senin (31/8/2026). Amran kemudian meminta Inspektur Jenderal dan Sekretaris Jenderal Kementan bergerak cepat menyiapkan pejabat pengganti.

“Ada 13 orang kami copot karena tidak disiplin, ikut judi online. Kami copot semua,” tegas Amran, dikutip dari situs resmi Kementan.

Menurut Amran, keterlibatan ASN dalam judi online merupakan pelanggaran disiplin yang tidak bisa dianggap sepele. Terlebih, para pegawai Kementan memiliki tanggung jawab sebagai pelayan publik.

Amran mengatakan langkah tegas tersebut bukan keputusan yang muncul tiba-tiba. Sebelumnya, para pegawai yang bermasalah sudah pernah mendapat pembinaan dan peringatan agar tidak mengulangi pelanggaran.

Namun, pembinaan rupanya belum cukup untuk menghentikan persoalan tersebut. Karena itu, Amran memilih memberikan sanksi lebih tegas dengan mencopot para pejabat yang terbukti terlibat.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran Kementan agar tidak menganggap peringatan sebagai formalitas. Jika pelanggaran serupa kembali dilakukan, sanksinya bisa lebih berat hingga pemberhentian.

“Kami sudah beri tahu ke depan tidak menutup kemungkinan saya berhentikan. Saya ulangi, kalau mengulangi, peluangnya sangat besar saya berhentikan,” jelas Amran.

Amran menilai kedisiplinan dan integritas merupakan dua hal yang wajib melekat pada setiap ASN. Status sebagai pegawai pemerintah membuat perilaku pribadi juga ikut menjadi perhatian karena berkaitan dengan citra institusi.

Menurut dia, tanggung jawab seorang ASN tidak hanya berlaku ketika sedang berada di kantor. Setiap pegawai tetap dituntut menjaga sikap dan perilaku di luar lingkungan kerja.

Apalagi, pegawai pemerintah diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Karena itu, Amran menilai aktivitas yang bertentangan dengan disiplin ASN tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Amran menyebut tindakan tegas yang diambil terhadap 13 pejabat tersebut bukan sekadar upaya menghukum. Ia menilai sanksi juga menjadi bagian dari tanggung jawab pimpinan untuk membangun budaya kerja yang lebih disiplin.

Pencopotan itu sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh jajaran Kementan. Amran ingin para pegawai memahami bahwa pelanggaran disiplin, termasuk keterlibatan dalam judi online, punya konsekuensi serius.

Di sisi lain, Kementan diminta segera memastikan posisi yang kosong akibat pencopotan tersebut dapat terisi. Langkah ini diperlukan agar pelayanan dan pekerjaan kementerian tetap berjalan normal.

Dengan kebijakan tersebut, Amran kembali menunjukkan sikap keras terhadap pelanggaran disiplin di lingkungan Kementan. Ia menegaskan pembinaan tetap dilakukan, tetapi pelanggaran yang terus diulang tidak akan dibiarkan tanpa sanksi. (*)

Share This Article