Gibran Ajak Anak Muda Turun ke NTT

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memilih mengajak mahasiswa ikut merasakan langsung situasi warga yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Nugroho Purbohandoyo
3 Min Read
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

AKARMERDEKA, NTT — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memilih mengajak mahasiswa ikut merasakan langsung situasi warga yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bersama perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Gibran berangkat menuju NTT pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Kehadiran Gibran di sejumlah wilayah terdampak bukan cuma untuk mengecek kondisi lapangan. Pemerintah ingin memastikan bantuan dan kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat benar-benar sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi.

Di tengah agenda tersebut, mahasiswa mendapat ruang untuk ikut berkontribusi. Mereka diarahkan membantu warga, terutama dalam pendampingan psikologis dan trauma healing setelah mengalami bencana.

Gibran menilai anak muda punya energi besar yang bisa disalurkan untuk kegiatan kemanusiaan. Kepedulian tersebut, kata dia, akan jauh lebih berarti jika diwujudkan lewat aksi langsung di tengah masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa juga dianggap sejalan dengan semangat gotong royong. Dengan bekal pengetahuan dan keahlian yang dimiliki, mahasiswa bisa mengambil peran sesuai kebutuhan warga di lokasi bencana.

Pemerintah juga ingin penanganan pascabencana tidak hanya berdasarkan data atau laporan administratif. Dengan melihat kondisi secara langsung, langkah pemulihan bisa dibuat lebih tepat sasaran dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Dalam kunjungan kerja kali ini, Gibran dijadwalkan menyambangi sejumlah daerah terdampak. Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur menjadi beberapa wilayah yang masuk dalam agenda kunjungan.

Selain bertemu masyarakat, Gibran juga akan melihat kondisi fasilitas layanan dasar. Pemerintah ingin memastikan berbagai layanan yang dibutuhkan warga tetap bisa berjalan di tengah proses pemulihan.

Bagi warga yang mengalami bencana, persoalan yang dihadapi tidak selalu selesai setelah bantuan logistik datang. Tekanan mental dan trauma juga bisa muncul, sehingga pendampingan psikologis menjadi bagian penting dari proses pemulihan.

Karena itu, mahasiswa Fakultas Psikologi UI diharapkan bisa ikut memberi dukungan kepada masyarakat. Kehadiran mereka bukan untuk menggantikan tugas pemerintah, melainkan memperkuat kerja bersama di lapangan.

Pemulihan NTT juga membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Pemerintah, warga, relawan, mahasiswa, dan berbagai kelompok masyarakat perlu bergerak bersama supaya proses bangkit setelah bencana tidak berjalan sendirian.

Gibran menekankan kehadiran negara harus dirasakan masyarakat, terutama ketika mereka sedang berada dalam situasi sulit. Keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas dalam penanganan bencana.

Dengan melibatkan generasi muda, pemerintah berharap energi positif dan kepedulian mahasiswa bisa menjadi tambahan kekuatan bagi warga NTT. Bukan sekadar datang, tetapi ikut membantu masyarakat perlahan kembali berdiri. (*)

Share This Article