Isu Pasukan Kepung Polda Ramai, TNI Tegaskan Itu Hoaks 

Nugroho Purbohandoyo
3 Min Read
TNI membenarkan adanya personel yang melakukan pengamanan di kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah pada Rabu (8/7/2026). Pengamanan tersebut disebut berlangsung atas permintaan dari Kejaksaan Agung.

AKARMERDEKA< JAKARTA – Kabar soal dugaan pengerahan pasukan TNI ke kawasan Polda Metro Jaya pada Kamis (9/7/2026) dini hari ramai beredar di berbagai platform. Menanggapi isu tersebut, Markas Besar TNI memastikan informasi itu tidak benar dan meminta masyarakat tidak mudah terpancing.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas menegaskan tidak ada personel TNI yang dikerahkan ke Polda Metro Jaya seperti yang ramai diberitakan. Ia menyebut narasi tersebut sebagai informasi yang menyesatkan dan berpotensi memicu keresahan.

Menurut Nas, masyarakat diminta lebih berhati-hati menyikapi informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya. Ia mengingatkan agar tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

TNI juga menepis anggapan bahwa institusinya ikut campur dalam proses penegakan hukum yang sedang berjalan. Nas menegaskan setiap proses hukum tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum sesuai aturan yang berlaku.

Meski begitu, TNI membenarkan adanya personel yang melakukan pengamanan di kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah pada Rabu (8/7/2026). Pengamanan tersebut disebut berlangsung atas permintaan dari Kejaksaan Agung.

Menurut Nas, langkah itu merupakan bagian dari mekanisme yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 mengenai perlindungan terhadap jaksa saat menjalankan tugas negara.

Ia menegaskan, pengamanan tersebut bersifat preventif dan tidak berkaitan dengan isu lain yang berkembang belakangan. Karena itu, publik diminta tidak menghubungkan pengamanan tersebut dengan proses penyidikan perkara tertentu.

Sebelumnya, sempat muncul kabar bahwa puluhan orang berambut cepak yang diduga anggota TNI mendatangi Polda Metro Jaya pada dini hari. Mereka disebut-sebut akan mengambil seorang saksi sipil yang sedang diperiksa penyidik kepolisian.

Namun hingga kini tidak ada bukti resmi yang menguatkan informasi tersebut. Mabes TNI pun langsung membantah kabar itu dan menyebutnya sebagai narasi provokatif.

Di sisi lain, penyidik gabungan dari Kortas Tipidkor Mabes Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya memang tengah mengusut sejumlah perkara korupsi besar yang menyita perhatian publik.

Kasus yang ditangani meliputi dugaan korupsi di sektor batu bara, Asabri, Jiwasraya, hingga Krakatau Steel. Sejumlah lokasi telah digeledah sebagai bagian dari proses penyidikan.

Dalam operasi penggeledahan pada Rabu (8/7/2026), polisi menyasar 12 lokasi berbeda. Dari beberapa tempat tersebut, penyidik menemukan uang tunai dalam mata uang rupiah maupun asing dengan nilai yang mencapai ratusan miliar rupiah.

Penyidik juga mengamankan puluhan kilogram emas batangan dari salah satu lokasi di kawasan Sentul, Bogor. Barang-barang tersebut kini menjadi bagian dari barang bukti yang sedang didalami penyidik.

Sementara itu, sempat beredar kabar bahwa rumah Jampidsus Febrie Adriansyah juga akan menjadi lokasi penggeledahan. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang menyatakan penggeledahan tersebut benar-benar dilakukan ataupun adanya keterkaitan langsung dengan perkara yang sedang ditangani kepolisian. (*)

Share This Article