Jawa Barat Jadi Titik Start, PPP Gaspol Bangkit

Nugroho Purbohandoyo
3 Min Read
Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

AKARMERDEKA, BANDUNG – Safari Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jawa Barat bukan sekadar agenda kumpul-kumpul biasa. Ada misi besar di baliknya: konsolidasi ideologis, nguatkan lagi ikatan partai dengan para ulama.

Buat PPP, Jawa Barat bukan cuma wilayah politik, tapi basis historis yang punya kedekatan emosional. Nggak heran kalau langkah kebangkitan partai ini dimulai dari Tanah Pasundan.

Pelaksana Tugas Ketua DPW PPP Jawa Barat, Pepep Saeful Hidayat, bilang kalau Jabar itu “rumah besar” PPP. Jadi wajar kalau konsolidasi digelar dari sini dulu.

“Jawa Barat adalah rumah besar PPP. Hubungan dengan ulama harus tetap kokoh sebagai fondasi perjuangan politik keislaman dan kebangsaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurut Pepep, kekuatan PPP di Jawa Barat nggak bisa dilepas dari jaringan pesantren yang selama ini jadi tulang punggung pergerakan partai, terutama di level legislatif daerah.

Alumni pesantren dan komunitas santri disebut punya kontribusi besar dalam menjaga eksistensi PPP di berbagai kabupaten dan kota.

Karena itu, komunikasi dengan alim ulama bakal makin diintensifkan. Mulai dari Tasikmalaya, Bandung, Ciamis, Garut, sampai Cirebon, semuanya masuk radar konsolidasi.

PPP sadar, tanpa dukungan ulama dan pesantren, identitas partai bisa makin kabur di tengah ketatnya persaingan politik.

“Kebangkitan PPP harus dimulai dari Jawa Barat. Bersama ulama, kami ingin mengembalikan kepercayaan publik dan memastikan PPP tetap menjadi representasi politik umat,” tegas Pepep.

Safari Ramadhan kali ini pun dirancang bukan cuma seremoni buka puasa bareng atau tausiyah biasa.

Agenda ini disebut sebagai ruang konsolidasi spiritual sekaligus strategi politik jangka panjang.

Momentum Ramadhan dinilai pas untuk menyatukan visi perjuangan dan memperkuat soliditas internal.

Apalagi menjelang Pemilu 2029, partai-partai mulai ancang-ancang menyusun ulang kekuatan.

PPP ingin memastikan nilai perjuangan yang sudah melekat sejak berdiri tetap terjaga.

Bagi partai berlambang Ka’bah ini, relasi dengan ulama bukan sekadar simbolik, tapi bagian dari identitas.

Jawa Barat dipilih jadi titik awal karena dianggap punya energi politik dan basis massa yang kuat.

Langkah ini sekaligus jadi sinyal bahwa PPP nggak mau cuma jadi penonton dalam kontestasi nasional mendatang.

Dengan menguatkan jaringan pesantren dan tokoh agama, PPP berharap bisa mengembalikan kepercayaan publik yang sempat tergerus.

Targetnya jelas: bangkit secara nasional, tapi pijakannya dimulai dari Jabar.

Buat PPP, kebangkitan bukan sekadar slogan. Ini soal merapikan barisan, menguatkan akar, lalu tancap gas lagi di panggung politik nasional. (*)

Share This Article