Rutinitas Sehat Jadi Fondasi HSSE, PLN Icon Plus Perkuat Budaya Kerja Aman

T. Budianto
4 Min Read
PEMERIKSAAN KESEHATAN: Petugas medis memeriksa tekanan darah salah seorang personel teknik PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah sebelum bertugas dalam sesi Daily Health Checking di Semarang, Jawa Tengah. (Foto: PLN Icon Plus)

AKARMERDEKA, SEMARANG– Penerapan standar kesehatan dan keselamatan kerja semakin menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.

Di tengah tuntutan produktivitas dan kualitas layanan, PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah memperkuat budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, yakni Daily Health Checking.

Program pemeriksaan kesehatan tersebut rutin dilakukan sebelum personel memulai aktivitas kerja. Tidak sekadar menjadi prosedur administratif, kegiatan ini diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa kondisi kesehatan dan keselamatan merupakan bagian penting dari kesiapan bekerja.

Dalam pelaksanaannya, personel menjalani pemeriksaan dasar, mulai dari tekanan darah, suhu tubuh, denyut nadi, kadar saturasi oksigen, hingga kondisi fisik secara umum. Pemeriksaan rutin tersebut menjadi salah satu bentuk pemantauan awal terhadap kondisi kesehatan personel.

Bagi perusahaan, langkah preventif semacam ini memiliki nilai strategis. Kesehatan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas, kualitas kerja, dan kelancaran operasional. Karena itu, penguatan HSSE tidak hanya ditempatkan sebagai aturan, tetapi juga didorong menjadi perilaku yang melekat dalam aktivitas sehari-hari.

Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan budaya HSSE akan semakin kuat apabila seluruh personel menjadikannya sebagai kebiasaan bersama. “Budaya HSSE tidak cukup hanya untuk dipahami, tetapi perlu diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari. Ketika seluruh personel memiliki perhatian yang sama terhadap kesehatan dan keselamatan, nilai tersebut akan menjadi bagian dari cara kita bekerja. Hal inilah yang terus kami dorong agar menjadi budaya di lingkungan PLN Icon Plus,” ujar Chipta Perdana.

Perhatian Bersama

Menurutnya, keterlibatan seluruh personel menjadi kunci dalam membangun lingkungan kerja yang aman dan sehat. Kesehatan serta keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab masing-masing individu, tetapi juga menjadi perhatian bersama dalam menjaga aktivitas kerja tetap berjalan dengan baik.

Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, menambahkan bahwa konsistensi merupakan faktor penting agar kebiasaan positif tersebut dapat terus melekat dalam lingkungan kerja.

“Hal yang sederhana akan memberikan dampak ketika dilakukan secara konsisten. Daily Health Checking menjadi salah satu hal yang kami jaga agar perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan tidak hanya dilakukan pada kondisi tertentu. Kami berharap kebiasaan ini terus melekat dalam aktivitas kerja dan menjadi bagian dari keseharian seluruh personel,” tegas Leandra.

Pelaksanaan Daily Health Checking pun menjadi salah satu gambaran bagaimana budaya HSSE diterapkan secara nyata. Melalui kegiatan bersama, personel tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kondisi diri dan lingkungan kerja.

Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan perusahaan untuk menjaga kualitas sumber daya manusia. Dalam perspektif bisnis, lingkungan kerja yang sehat dan aman dapat menjadi fondasi penting bagi produktivitas serta keberlanjutan operasional.

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah berharap kebiasaan tersebut terus dipertahankan dan berkembang menjadi bagian dari budaya kerja seluruh personel. Dengan penerapan yang konsisten, nilai-nilai HSSE diharapkan tidak berhenti pada dokumen atau slogan, tetapi benar-benar hadir dalam setiap aktivitas kerja.

Pada akhirnya, budaya keselamatan memang tidak selalu dibangun melalui langkah besar. Kadang, ia tumbuh dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari. Sebab, prosedur bisa saja tertulis rapi di atas kertas, tetapi budaya baru benar-benar hidup ketika dijalankan bersama-sama. (*)

 

Share This Article