Gandeng SMK Negeri 1 Blado, PLN Icon Plus Siapkan Talenta Vokasi untuk Industri

T. Budianto
5 Min Read
TEKEN MOU: Pihak PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah dan SMK Negeri 1 Blado, Batang foto bersama usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kolaborasi pendidikan vokasi dan dunia industri, Kamis (20/8/2026). (Foto: PLN Icon Plus)

AKARMERDEKA, SEMARANG– Kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia yang memiliki keterampilan relevan terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi.

Menjawab tantangan tersebut, PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah menggandeng SMK Negeri 1 Blado, Batang melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kolaborasi pendidikan vokasi dan dunia industri.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Kantor PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Semarang, Kamis (20/8/2026). Kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan pembelajaran yang berkaitan dengan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL).

Selain penguatan kompetensi, kerja sama tersebut turut membuka pembahasan mengenai pengembangan ruang digital di lingkungan SMK Negeri 1 Blado. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kepala SMK Negeri 1 Blado, Bejo Sulasih, SPd, MPd mengatakan, keterlibatan dunia industri menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan vokasi. Menurutnya, siswa membutuhkan pengalaman dan lingkungan belajar yang semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami melihat kerja sama dengan dunia industri sebagai bagian penting dalam pengembangan pendidikan vokasi. Sekolah perlu terus mengikuti perkembangan teknologi, sementara siswa juga membutuhkan ruang belajar yang memungkinkan mereka mengenal kebutuhan dunia kerja sejak dini,” ujar Bejo.

Ia berharap kolaborasi dengan PLN Icon Plus dapat memberikan manfaat nyata terhadap peningkatan kompetensi siswa sekaligus memperkuat sarana pembelajaran di sekolah.

Bejo menambahkan, kebutuhan fasilitas pembelajaran yang relevan semakin penting, terutama untuk program keahlian yang berhubungan langsung dengan teknologi. Pengembangan laboratorium TKJ dan TITL serta rencana pembentukan ruang digital menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dalam kerja sama tersebut, jajaran SMK Negeri 1 Blado turut hadir, antara lain Kepala SMK Negeri 1 Blado, Bejo Sulasih bersama sejumlah guru, yakni Yanto, Septa Ibnu, Widi, dan Syahrul Bagas.

Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra mengatakan, kolaborasi tersebut dibangun untuk mempertemukan kebutuhan pendidikan dengan perkembangan industri yang bergerak dinamis.

“Perubahan teknologi berjalan sangat cepat. Karena itu, sekolah dan industri perlu saling terhubung agar siswa tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga memahami perkembangan yang terjadi di dunia kerja. Kami melihat SMK Negeri 1 Blado memiliki potensi besar, khususnya pada bidang TKJ dan TITL,” kata Leandra.

Posisi Strategis

Menurut dia, pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil. Namun, proses tersebut membutuhkan keterhubungan yang kuat antara sekolah dan industri agar kompetensi yang dikembangkan tetap relevan dengan kebutuhan lapangan.

Kerja sama ini pun tidak berhenti pada seremoni penandatanganan MoU. PLN Icon Plus dan SMK Negeri 1 Blado membuka peluang untuk mengembangkan berbagai program secara berkelanjutan, termasuk penguatan laboratorium serta pengembangan ruang digital.

Dari sisi industri, kolaborasi semacam ini juga menjadi bagian dari upaya membangun talent pipeline sejak tingkat pendidikan menengah. Dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan teknis dan mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana mengatakan, perkembangan teknologi turut mengubah kebutuhan kompetensi tenaga kerja. Karena itu, akses dunia pendidikan terhadap perkembangan industri perlu terus diperluas.

“Teknologi terus berkembang dan kebutuhan kompetensi juga ikut berubah. Dunia pendidikan perlu mendapatkan akses terhadap perkembangan tersebut agar generasi muda memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja. Kolaborasi antara sekolah dan industri menjadi salah satu cara untuk mempertemukan proses pembelajaran dengan kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Chipta.

Ia menilai pengembangan talenta tidak dapat dilakukan secara parsial. Sinergi antara lembaga pendidikan, industri, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan ekonomi dan dunia kerja di masa depan.

Melalui kerja sama tersebut, PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah dan SMK Negeri 1 Blado menjadikan penguatan TKJ, TITL, serta pengembangan ruang digital sebagai titik awal kolaborasi.

Bagi pendidikan vokasi, keterhubungan dengan industri kini bukan lagi sekadar nilai tambah. Ketika teknologi bergerak semakin cepat, sekolah dituntut mencetak lulusan yang mampu mengikuti perubahan, sementara industri memiliki kepentingan mendapatkan talenta yang siap berkembang.

MoU tersebut akhirnya bukan sekadar dokumen kerja sama. Nilai sebenarnya akan terlihat dari seberapa jauh kesepakatan itu mampu berubah menjadi ruang belajar, fasilitas, pengalaman, dan kompetensi baru yang benar-benar dirasakan siswa. (*)

Share This Article