PLN Icon Plus Gandeng SMK Nusa Bhakti, Siapkan Talenta Digital untuk Kebutuhan Industri

T. Budianto
5 Min Read
TEKEN MOU: Jajaran manajemen PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah dan perwakilan SMK Nusa Bhakti Semarang berfoto bersama usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Program Kelas Industri TJKT di Semarang, Selasa (26/8/2026). (Foto: PLN Icon Plus)

AKAREMERDEKA, SEMARANG– Kebutuhan industri terhadap tenaga kerja terampil di bidang teknologi dan telekomunikasi terus meningkat seiring percepatan transformasi digital.

Menangkap peluang tersebut, PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah memperluas sinergi dengan dunia pendidikan melalui program Kelas Industri bersama SMK Nusa Bhakti, Semarang.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Selasa (26/8/2026).

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri. Melalui Kelas Industri TJKT, peserta didik tidak hanya memperoleh pembelajaran berbasis teori di sekolah, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai praktik, kompetensi, dan dinamika yang berkembang di lingkungan kerja profesional.

Model pembelajaran tersebut dinilai penting dalam membangun sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi perubahan teknologi. Terlebih, sektor digital dan telekomunikasi membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan kebutuhan industri.

Kepala SMK Nusa Bhakti Semarang, Surya Mei, mengatakan keterlibatan dunia industri memberikan nilai tambah bagi proses pendidikan vokasi. Siswa dapat memperoleh gambaran lebih nyata mengenai penerapan kompetensi yang selama ini dipelajari di ruang kelas.

“Keterlibatan industri memberikan kesempatan bagi siswa untuk melihat dan memahami bagaimana kompetensi yang mereka pelajari dapat diterapkan di dunia kerja. Kami berharap kerja sama Kelas Industri TJKT bersama PLN Icon Plus dapat memberikan pengalaman bermakna bagi siswa untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan mereka menghadapi perkembangan industri,” ujarnya.

Menurutnya, kerja sama tersebut juga menjadi peluang bagi sekolah untuk memperkaya proses pembelajaran melalui wawasan yang bersumber langsung dari pelaku industri. Dengan demikian, pendidikan vokasi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Seiring perubahan teknologi yang berlangsung cepat, penguasaan teori dinilai perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap praktik dan kebutuhan industri. Siswa juga dituntut memiliki kemampuan untuk terus belajar agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang dinamis.

Ekosistem Kerja

Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, menilai Kelas Industri dapat menjadi ruang awal bagi siswa untuk mengenal ekosistem kerja profesional sejak masih berada di bangku sekolah.

“Kami ingin kerja sama ini menjadi tempat yang memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam mengenal dunia industri. Siswa perlu memiliki kesempatan untuk melihat penerapannya secara langsung dan memahami kompetensi yang dibutuhkan,” kata Leandra.

Melalui program tersebut, PLN Icon Plus berharap siswa memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi persaingan di dunia kerja, khususnya pada sektor teknologi informasi dan telekomunikasi yang terus berkembang.

“Kami berharap dapat turut mendorong siswa untuk lebih siap, adaptif, dan memiliki semangat belajar yang kuat dalam mengikuti perkembangan teknologi,” tambahnya.

Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, menambahkan pendidikan vokasi perlu berjalan seiring dengan transformasi teknologi dan kebutuhan industri. Keterhubungan antara sekolah dan dunia usaha dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun talenta yang relevan dengan perkembangan ekonomi digital.

“Kami melihat Kelas Industri bukan hanya suatu program pembelajaran tambahan, tetapi tempat bagi generasi muda yang memiliki rasa ingin tahu besar dan mau mengasah kompetensi diri mereka,” ujarnya.

Menurut Chipta, siswa perlu memahami bahwa kompetensi yang dipelajari saat ini akan terus berkembang sejalan dengan perubahan teknologi. Karena itu, kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk meningkatkan kapasitas menjadi modal penting bagi generasi muda untuk memasuki pasar kerja.

Kerja sama Kelas Industri TJKT antara PLN Icon Plus dan SMK Nusa Bhakti Semarang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sekolah, peserta didik, maupun dunia industri. Sinergi pendidikan dan industri tersebut juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk menjawab kebutuhan sektor teknologi dan telekomunikasi.

Di tengah pertumbuhan ekonomi digital, ketersediaan talenta terampil menjadi salah satu fondasi penting bagi daya saing daerah dan nasional. Dari ruang kelas, siswa TJKT kini mendapat kesempatan melihat lebih dekat arah industri yang kelak bisa menjadi ruang mereka untuk tumbuh dan berkarier. (*)

Share This Article