Kembangkan Sentra Bandeng Tambakrejo, Pemkot Semarang Siapkan Akses dan Peralatan

T. Budianto
4 Min Read
BORONG BANDENG: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memborong produk bandeng saat mengunjungi sentra produsen bandeng di Kelurahan Tambakrejo, Semarang beberapa waktu lalu. (Foto: Pemkot Semarang)

AKARMERDEKA, SEMARANG– Pemerintah Kota Semarang mendorong pengembangan Sentra Bandeng di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas pasar produk olahan warga.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, potensi bandeng di kawasan pesisir tersebut masih dapat dikembangkan, terutama melalui penguatan peralatan produksi, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, hingga pembenahan akses menuju sentra.

Hal itu disampaikan Agustina saat menghadiri Festival Kali Tenggang di Tambakrejo, Minggu (20/9/2026). Menurutnya, kebutuhan pengembangan sentra bandeng perlu dipetakan secara bertahap agar dukungan pemerintah bisa lebih tepat sasaran.

“Saya ingin produktivitas bandeng Kelurahan Tambakrejo ini bisa terus meningkat dan berkembang. Nanti kebutuhan pengembangannya disampaikan bertahap, agar kita bersama Dinas Ketahanan Pangan bisa memetakan intervensi yang paling tepat,” ujar Agustina.

Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah peralatan pengolahan bandeng. Pelaku usaha di kawasan tersebut membutuhkan dukungan peralatan, termasuk mesin presto berkapasitas besar, untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Agustina mengatakan, Pemkot Semarang memiliki kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan teknologi pengolahan bagi pelaku UMKM.

“Yang dibutuhkan apa? Panci untuk presto yang besar? Atau apa? Pemerintah Kota Semarang ada kerja sama dengan beberapa universitas yang memproduksi mesin-mesin untuk teman-teman UMKM,” katanya.

Menurut dia, dukungan teknologi diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga membantu pelaku usaha menghasilkan produk yang lebih konsisten sehingga peluang pemasaran dapat diperluas.

Selain peralatan, persoalan akses menuju sentra bandeng juga menjadi perhatian. Jalan menuju kawasan tersebut masih kerap terendam air. Kondisi itu dinilai dapat mengganggu mobilitas warga maupun pembeli yang datang langsung ke sentra. Fasilitas kantong parkir juga belum tersedia. Akibatnya, kendaraan pengunjung masih memanfaatkan badan jalan ketika membeli produk olahan bandeng.

Penataan Kawasan

Agustina meminta kebutuhan penataan kawasan disampaikan melalui kecamatan untuk dicatat dalam perencanaan APBD 2027. Ia menekankan, penanganan genangan tidak cukup dilakukan pada satu titik, tetapi perlu melihat kondisi sepanjang jalur menuju sentra.

“Yang penting jalannya diberesin supaya tidak terendam. Solusinya harus di sepanjang jalur itu,” tegasnya. Agustina mengatakan, pengalokasian anggaran daerah pada prinsipnya merupakan upaya mengembalikan manfaat uang masyarakat melalui pembangunan dan pelayanan publik.

“APBD itu berasal dari uang warga Kota Semarang untuk warga Kota Semarang. Yang penting, usulannya disampaikan, nanti kita tata supaya kehidupan masyarakat di sini menjadi lebih bahagia,” tuturnya.

Di tengah kegiatan Festival Kali Tenggang, Agustina juga turut membeli produk olahan bandeng dari warga. Produk tersebut kemudian dibagikan kepada sejumlah tokoh masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkenalkan produk sentra bandeng Tambakrejo.

“Tadi saya sudah borong bandengnya untuk para tokoh masyarakat, biar bandengnya beredar keluar, orang bisa mencicipi kalau bandeng di sini enak dan makin banyak yang beli ke sini,” ujarnya. Selain produk bandeng, Agustina juga membeli 100 cangkir es teh dari pedagang lokal untuk dibagikan secara gratis kepada warga yang hadir.

Festival Kali Tenggang sendiri diisi berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari Lomba Taman Toga, peragaan busana berbahan daur ulang sampah, hingga lomba egrang.

Pengembangan sentra bandeng tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pangan lokal, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya usaha olahan, perdagangan, dan aktivitas ekonomi warga di kawasan Tambakrejo. (tb)

Share This Article