Prabowo Sebut Iran Punya Senjata Nuklir, Kedubes Iran Langsung Singgung soal Prinsip

R. Izra
2 Min Read
Ilustrasi hubungan diplomatik Indonesia-Iran.

AKARMERDEKA, JAKARTA – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut Iran memiliki senjata nuklir berbuntut respons diplomatik. Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta langsung mengeluarkan klarifikasi resmi untuk meluruskan pernyataan tersebut.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun media sosial resminya, Minggu (2/8/2026), Kedubes Iran menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak pernah memiliki, mengejar, ataupun berniat mengembangkan senjata nuklir.

“The Islamic Republic of Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya,” tulis Kedubes Iran di akun media sosial resmi mereka.

Baca Juga: Eks-Dubes Sorot Hubungan Diplomatik yang Retak: Iran Berkali-kali Dikecewakan Indonesia

Bagi Teheran, posisi tersebut bukan sekadar sikap politik, melainkan bagian dari prinsip negara yang didasarkan pada fatwa Pemimpin Tertinggi Iran (Rahbar).

Fatwa itu menyatakan pengembangan, produksi, hingga penggunaan senjata pemusnah massal, termasuk senjata nuklir, merupakan tindakan yang haram.

Karena itu, Iran menegaskan seluruh program nuklir yang dijalankannya hanya diperuntukkan bagi kepentingan damai, seperti pengembangan energi, pelayanan medis, riset, dan kebutuhan sipil lainnya.

Klarifikasi ini muncul tak lama setelah pidato Prabowo dalam pertemuan bersama jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jumat (31/7/2026). Dalam pidato yang disiarkan secara langsung itu, Prabowo sempat menyinggung Iran sebagai negara yang memiliki senjata nuklir.

Baca Juga: Dubes Iran Sudah Temui Para Mantan, tapi Belum Berjumpa Prabowo, Mengapa?

Pernyataan tersebut kemudian memicu perhatian publik karena menyangkut isu yang selama ini menjadi salah satu persoalan paling sensitif dalam hubungan internasional.

Melalui klarifikasi resminya, Kedubes Iran berupaya memastikan tidak muncul persepsi bahwa program nuklir negaranya diarahkan untuk kepentingan militer.

Teheran juga menegaskan pentingnya menjaga pemahaman yang benar di tengah situasi geopolitik global yang masih penuh ketegangan.

Iran menyebut hubungan baik dengan Indonesia menjadi salah satu alasan klarifikasi itu segera disampaikan. Menurut Kedubes, komunikasi yang terbuka diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berpotensi mengganggu hubungan diplomatik kedua negara. (*)

Share This Article