PLTS 100 GWp Mulai Digeber, PLN Icon Plus Dukung Transformasi Energi Terbarukan

T. Budianto
6 Min Read
PLTS GAJAH MUNGKUR: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menghadiri kegiatan Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di kawasan PLTA Gajah Mungkur, Wonogiri, Selasa, (25/8/2026). (Foto: PLN Icon Plus)

AKARMERDEKA, WONOGIRI- Transisi energi Indonesia mulai masuk fase yang lebih agresif. Pemerintah tidak lagi sekadar bicara soal target energi bersih, tetapi mulai menggerakkan proyek pembangkit energi surya dalam skala besar.

Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp) menjadi salah satu langkah strategis tersebut. Program yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto itu akan dikembangkan secara bertahap dalam tiga tahun dan diawali dengan 14 proyek PLTS di sejumlah provinsi.

Di balik pembangunan pembangkit, ada satu kebutuhan yang tak kalah penting: infrastruktur digital yang harus sama-sama siap. Hal itu terlihat dalam agenda Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di kawasan PLTA Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, 25 Agustus 2026.

PLN Icon Plus ikut mengambil peran dengan menghadirkan konektivitas dan dukungan teknologi digital untuk memastikan kegiatan strategis tersebut berjalan tanpa gangguan.

Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan program tersebut mengatakan, tahap awal Program PLTS 100 GWp dimulai melalui 14 proyek yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

“Dengan ini secara resmi saya luncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 gigawatt peak, diawali dengan 14 PLTS di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Terima kasih,” ujar Presiden Prabowo.

Salah satu proyek yang masuk dalam tahap awal tersebut adalah PLTS Gajah Mungkur di Wonogiri. Pembangkit ini direncanakan memiliki kapasitas 100 MWac atau setara 134,2 MWp, dengan potensi produksi listrik sekitar 218 GWh per tahun.

Secara ekonomi, pengembangan PLTS tersebut tidak hanya berbicara mengenai tambahan kapasitas pembangkit. Proyek energi bersih dalam skala besar juga membuka ruang bagi tumbuhnya rantai ekonomi baru, mulai dari kebutuhan konstruksi, teknologi, jasa pendukung hingga penguatan infrastruktur kelistrikan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, Bramantyo Anggun mengatakan, pembangunan PLTS di Jawa Tengah akan dilakukan secara bertahap dan menyasar sejumlah lokasi.

“Untuk Program PLTS 100 GWp di Jawa Tengah, salah satu yang pertama memasuki proses pengadaan dan groundbreaking adalah PLTS di Waduk Gajah Mungkur. Selanjutnya, pengembangan juga akan dilakukan di Waduk Kedung Ombo dan Karimunjawa,” katanya.

Menurutnya, listrik yang dihasilkan nantinya akan masuk ke sistem jaringan interkoneksi. Dengan demikian, energi yang diproduksi tidak hanya dimanfaatkan di sekitar lokasi pembangkit, tetapi dapat disalurkan ke wilayah lain yang terhubung dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali.

Sistem Kelistrikan

Artinya, manfaat proyek tidak berhenti di lokasi pembangkit. Infrastruktur energi yang dibangun juga diarahkan menjadi bagian dari sistem kelistrikan yang lebih luas.

Di sisi lain, pembangunan energi terbarukan dalam skala besar juga membutuhkan ekosistem digital yang mumpuni. PLN Icon Plus menyiapkan infrastruktur konektivitas untuk mendukung kebutuhan komunikasi dan operasional selama pelaksanaan Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gajah Mungkur.

Jaringan utama menggunakan fiber optik, sementara koneksi cadangan diperkuat melalui layanan Orbit dan Starlink. Sistem tersebut dilengkapi mekanisme fail over, sehingga koneksi dapat berpindah ke jalur cadangan apabila jaringan utama mengalami gangguan.

Untuk mendukung kebutuhan kegiatan, PLN Icon Plus juga menyiapkan dua link internet untuk kebutuhan Front of House (FOH), dua titik Access Point dengan segmentasi IP berbeda, serta UPS sebagai cadangan daya. Seluruh infrastruktur tersebut dipantau secara langsung dan diperkuat dengan penempatan personel di lapangan.

Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan pengembangan energi bersih tidak bisa dilepaskan dari transformasi digital. “Transformasi energi dan transformasi digital berjalan beriringan. Ketika pengembangan energi bersih terus diperluas, kebutuhan terhadap konektivitas dan infrastruktur digital yang andal juga semakin penting,” ujarnya.

Menurut dia, PLN Icon Plus berkomitmen menghadirkan solusi digital untuk mendukung kebutuhan operasional di lapangan, termasuk berbagai agenda strategis pengembangan energi terbarukan.

Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, menambahkan bahwa sistem konektivitas di lokasi kegiatan dirancang dengan mempertimbangkan kesinambungan layanan.

“Kebutuhan konektivitas di lapangan tidak cukup hanya mengandalkan satu jalur utama. Karena itu, kami menyiapkan koneksi cadangan, sistem fail over, monitoring, dan dukungan personel untuk memastikan layanan tetap tersedia selama kegiatan berlangsung,” jelasnya. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur energi kini berjalan beriringan dengan kebutuhan infrastruktur digital.

Dalam konteks ekonomi, kombinasi keduanya menjadi penting karena investasi energi berskala besar membutuhkan dukungan teknologi untuk menjaga efisiensi, komunikasi, pengawasan hingga operasional.

Program PLTS 100 GWp pun pada akhirnya bukan hanya cerita tentang berapa banyak panel surya yang dipasang. Ada ekosistem industri, teknologi, jaringan listrik dan konektivitas yang ikut bergerak di belakangnya.

PLTS Gajah Mungkur menjadi salah satu titik awal dari agenda tersebut di Jawa Tengah. Sementara PLN Icon Plus mengambil posisi dengan memastikan sisi digitalnya tetap menyala.

Sebab di era transisi energi, matahari memang sumber listriknya. Tapi tanpa koneksi yang stabil, transformasinya bisa tetap “loading”. (*)

Share This Article