AKARMERDEKA, JAKARTA – Pemerintah terus mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu fokus utamanya adalah peningkatan mutu guru lewat berbagai program yang dijalankan Kementerian Agama.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut hasilnya mulai terlihat. Menurutnya, kompetensi sekaligus kesejahteraan guru mengalami lonjakan signifikan melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan menyambut HUT ke-81 RI di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (1/8), Nasaruddin mengungkapkan peningkatan kompetensi guru mencapai 700 persen. Angka itu disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Ia menilai investasi di sektor pendidikan menjadi salah satu langkah paling penting untuk menyiapkan generasi yang mampu bersaing di masa depan. Karena itu, peningkatan kualitas tenaga pendidik terus menjadi prioritas pemerintah.
Tak hanya berfokus pada guru, Kementerian Agama juga memperkuat sarana pendidikan keagamaan. Berbagai proyek pembangunan dan revitalisasi sekolah terus digencarkan agar proses belajar semakin nyaman dan berkualitas.
Sepanjang program tersebut berjalan, sebanyak 556 madrasah dan sekolah keagamaan telah direvitalisasi. Selain itu, pemerintah juga membangun 352 madrasah baru di berbagai daerah.
Penguatan pendidikan tinggi keagamaan juga ikut menjadi perhatian. Sebanyak 34 perguruan tinggi keagamaan negeri telah dibangun sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan.
Transformasi pendidikan turut menyasar aspek digital. Kemenag mempercepat modernisasi pembelajaran agar sekolah mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Sebagai bagian dari langkah itu, sebanyak 2.180 papan interaktif digital telah didistribusikan ke 551 madrasah. Perangkat tersebut diharapkan membuat proses belajar mengajar lebih menarik, interaktif, dan sesuai kebutuhan era digital.
Melalui berbagai program itu, pemerintah berharap kualitas pendidikan keagamaan terus meningkat, sekaligus melahirkan guru-guru yang semakin profesional dalam mencetak generasi penerus bangsa. (*)

