Hasil Survei PPI: Safari Politik Jokowi Tak Mempan, Rakyat Gak Tertarik Pilih PSI

R. Izra
3 Min Read
Presiden RI ke-7 Joko Widodo menegaskan mendukung penuh PSI yang diketuai si bungsu Kaesang Pangarep. Ia yakin, PSI akan menjadi partai besar pada 2034 mendatang. (dok)

AKARMERDEKA, JAKARTA – Upaya Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan berbagai safari politiknya tak membuahkan hasil. Hasil survei Parameter Politik Indonesia (PPI) menyebut, mayoritas rakyat tak tertarik melabuhkan pilihan politiknya ke PSI.

Survei PPI mengungkap, 37,1 persen responden mengaku mengetahui Jokowi melakukan safari politik untuk membesarkan PSI. Namun, dari kelompok yang mengetahui itu, hanya sekitar 13 persen yang menyatakan tertarik bergabung atau memilih PSI.

Sebaliknya, 34,8 persen menyatakan tidak tertarik, 28,1 persen bersikap biasa saja, dan 24,2 persen tidak memberikan jawaban.

Baca Juga: Layaknya Judi, Jokowi Pasang Taruhan Besar demi PSI

Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno mengatakan angka 13 persen memang menunjukkan adanya potensi dukungan bagi PSI. Namun, angka tersebut belum bisa dibaca sebagai dukungan politik yang sudah mapan.

“Dari 37 persen masyarakat yang tahu kalau Jokowi bekerja untuk PSI ada sekitar 13 persen yang berpotensi memilih dan kemudian bergabung dengan PSI. Intinya ada potensi,” kata Adi dalam pemaparan hasil survei PPI, dikutip Sabtu (5/9/2026).

Masalahnya, potensi bukan elektabilitas. Apalagi, mayoritas dari kelompok yang mengetahui aktivitas Jokowi tersebut belum menunjukkan ketertarikan memilih PSI.

Artinya, popularitas figur Jokowi belum serta-merta berbanding lurus dengan daya tarik partai yang sedang dibesarkannya. Adi sendiri mengingatkan bahwa potensi tersebut masih sangat bergantung pada kerja politik PSI ke depan.

“Namanya potensi itu ya bisa menjadi bagian dari PSI atau tidak menjadi bagian dari PSI. Sangat tergantung dengan kerja-kerja politik yang akan dilakukan oleh PSI di masa-masa yang akan datang,” ujarnya.

Tak cukup modal popularitas Jokowi

Safari politik Jokowi memang mampu menciptakan perhatian publik. Namun perhatian tidak sama dengan dukungan. Popularitas Jokowi juga tidak bisa selamanya dijadikan modal tunggal untuk mendongkrak elektabilitas partai.

Survei PPI setidaknya memberikan gambaran bahwa PSI tak menjadi magnet politik kuat, meski bersama Jokowi.
Dengan kata lain, Jokowi mungkin masih menarik perhatian, tapi tak otomatis jadi konversi suara buat PSI.

Baca Juga: Kaesang Bidik Dapil V Jateng, PDIP Pilih Santai: Pemilu Masih Lama

Survei Parameter Politik Indonesia dilakukan terhadap 1.200 warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Responden tersebar secara proporsional di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, serta 120 desa/kelurahan.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh surveyor mahasiswa pada 20 Juli hingga 3 Agustus 2026. Survei memiliki margin of error sekitar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (*)

 

Share This Article