Isak Tangis Megawati atas Wafatnya Mantan KSAD Ryamizard Ryacudu: Selamat Jalan, Temanku . . .

R. Izra
3 Min Read
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

AKARMERDEKA, JAKARTA – Kabar wafatnya Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggalkan duka mendalam bagi Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Ketua Umum PDIP itu bahkan disebut terisak saat menyampaikan ucapan belasungkawa untuk sahabat lamanya tersebut.

Dalam pernyataannya, Minggu (31/5/2026) malam, Megawati mengenang Ryamizard bukan sekadar mantan Menteri Pertahanan atau mantan KSAD, melainkan sosok prajurit yang selama hidupnya dikenal loyal kepada negara dan selalu hadir ketika dibutuhkan.

Baca Juga: Kertajati Mau Disulap Jadi Bengkel Pesawat Militer AS, Pakar Peringatkan Risiko Pertahanan

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Pak Ryamizard Ryacudu. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Megawati.

Namun suasana berubah haru ketika Megawati menyampaikan kalimat terakhirnya untuk Ryamizard.

“Selamat jalan, temanku. Terima kasih atas persahabatan, pengabdian, dan jasa-jasamu bagi Indonesia,” ucap Megawati sambil terisak.

Ryamizard di mata Megawati

Kesedihan Megawati bukan tanpa alasan. Hubungan keduanya terjalin sejak dirinya menjabat Presiden RI dan Ryamizard menduduki posisi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Di mata Megawati, Ryamizard adalah figur militer yang tegas, disiplin, dan tidak banyak bicara, tetapi cepat bertindak ketika negara menghadapi situasi sulit.

Salah satu momen yang paling membekas bagi Megawati terjadi saat penanganan bencana di Aceh. Ketika itu, Megawati melihat akses masyarakat terputus dan membutuhkan jembatan darurat Bailey.

Ia lalu menghubungi Ryamizard. Tanpa banyak prosedur dan basa-basi, Ryamizard langsung mengerahkan batalion Zeni untuk membangun jembatan darurat agar aktivitas warga bisa kembali berjalan.

Baca Juga: Prabowo Pilu Dapat Kritik Keras PDIP, Banteng Tegaskan Tak Asal Berisik

Bagi Megawati, tindakan cepat itu menjadi bukti karakter Ryamizard sebagai prajurit lapangan yang bekerja, bukan sekadar memberi laporan.

“Beliau selalu hadir untuk rakyat dan tidak pernah ragu membantu ketika bangsa menghadapi kesulitan,” kenang Megawati.

Megawati juga menyebut Ryamizard sebagai prajurit negarawan. Sosok yang menurutnya tetap memegang prinsip dan kesetiaan kepada negara hingga akhir hayat.

“Pak Ryamizard adalah sosok prajurit negarawan. Beliau teguh pada prinsip dan memiliki dedikasi tinggi kepada negara,” katanya.

Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada usia 76 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (31/5/2026) siang. Almarhum rencananya dimakamkan secara militer di TMP Kalibata pada Senin (1/6/2026). (*)

Share This Article